Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Profil Biografi Sarwo Edhi Wibowo ayah kandung Pramono Edhi

Sarwo Edhi Wibowo
Sarwo Edhi (Sarwo Edhi Wibowo) adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang sejak dari kecil sudah memiliki bakat menjadi pemimpin. Semasa kecil, Sarwo Edhi punya hobi berkelahi dan mengadu nyali (keberanian). Sampai pada akhirnya beliau belajar silat untuk mengasah kepandaiannya berkelahi. Namun anehnya, setelah beliau mampu bermain silat dengan baik, beliau justru jarang berkelahi. Usut punya usut, ternyata teman-teman yang diajaknya berkelahi sudah ketakutan sebelum perkelahian itu sendiri terjadi. Ayah Sarwo Edhi adalah seorang pegawai negeri sipil dan saat itu menjabat sebagai Kepala Pegadaian pada masa penjajahan Belanda. Karena dididik oleh seorang pegawai negeri sipil, Sarwo Edhi kecil menjadikan ayahnya sebagai gambaran ideal baginya.

Sejak kecil Sarwo Edhi sangat ingin menjadi seorang prajurit. Ia mengagumi para tentara Jepang yang selalu memenangkan pertempuran melawan sekutu. Oleh sebab itu, ia mendaftarkan diri menjadi Heiho (pembantu tentara) di Surabaya dengan harapan kelak bisa menjadi tentara. Sayang, selama ia menjadi Heiho tidak diberikan pendidikan dan keterampilan perang yang membuat ia tangguh menjadi seorang prajurit. Akhirnya ia meninggalkan pekerjaannya sebagai Heiho. Setelah beberapa waktu, ia bergabung denganPETA (Pembela Tanah Air) . Beliau membentuk batalion yang akhirnya bubar. Akhirnya, tawaran membentuk batalion datang dari Jenderal Ahmad Yani (pahlawan revolusi) yang mengajaknya membentuk batalion di Magelang, Jawa Tengah. Sarwo Edhi-pun kembali menjadi seorang prajurit.

Ketika Sarwo Edhi menjabat sebagai Komandan RPKAD (Resimen Komando Angkatan Darat) yang namanya sempat diubah menjadi Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) dan berubah lagi menjadi Kopassus (Komando Pasukan Khusus � pasukan elit TNI AD yang lebih dikenal dengan nama pasukan baret merah), Sarwo Edhi turun sendiri ke medan pertempuran menuntaskan para pemberontak dan menenangkan masyarakat. Sukses menjalani karirnya, Sarwo Edhi pensiun dari bidang militer dan beralih ke lingkungan sipil. Ia dipercaya oleh negara untuk menjadi duta besar di Korea Selatan dan ditunjuk sebagai Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri. Setelah itu, Sarwo Edhi sempat ditunjuk untuk memangku jabatan sebagai Kepala BP7. Di luar karirnya di bidang militer dan sipil, ternyata Jenderal Sarwo Edhi adalah penggemar olahraga taekwondo. Hingga masa akhir hidupnya, ia menjadi Ketua Taekwondo Indonesia. Selain olahraga, Sarwo Edhi juga suka nonton film-film sejarah dan kolosal. Tokoh film favoritnya adalah Jenderal Mc. Arthur dan Jenderal Rommel. Meski beliau suka film-film barat, beliau juga penggemar wayang dan keris, warisan nenek moyang!

Jenderal (Purn) Sarwo Edhi adalah ayah dari Ibu Negara kita, Ibu Ani Yudhoyono. Nama beliau pun diabadikan menjadi nama sebuah gedung pertemuan di markas Koppasus, Cijantung, Jakarta Timur.

Biodata:
Nama : Sarwo Edhi Wibowo
Lahir : Purworejo, Jawa Tengah, 25 Juli 1925
Meninggal: Jakarta, 09 November 1989
Agama :Islam

Pendidikan:
MULO
SMA
Pendidikan Militer calon bintara Peta, Magelang
Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, AS
General Staff College, Australia

Karir:
Komandan pasukan BKR (1945)
Komandan Kompi Batalyon V Brigade IX, Divisi Diponegoro (1945-1951)
Komandan Kompi Bantuan, Resimen 13 Teritorium Diponegoro (1952-1953)
Wakil Komandan Resimen Taruna Akademi Militer Nasional (1959- 1961)
Kepala Staf RPKAD (1962-1964)
Komandan RPKAD (1965-1967)
Panglima Kodam II Bukit Barisan (1967-1968)
Panglima Kodam XVII Cenderawasih (1968-1970)
Gubernur Akabri (1970-1973)
Dubes RI di Kor-Sel
Irjen Deplu (1978-1983)
Kepala BP7 (1984 �1990 )

Kegiatan Lain:
Ketua Umum Perkumpulan Taekwondo Indonesia (1984 � 1999)
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Irman Gusman Capres Partai Demokrat

Nama Lengkap : Irman Gusman
Alias : Irman
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Padang Panjang
Tanggal Lahir : Minggu, 11 Februari 1962
Zodiac : Aquarius
Warga Negara : Indonesia
Istri : Liestyana Rizal
Anak : Irviandari Alestya Gusman, Irviandra Fathan Gusman,Irvianjani Audria Gusman


BIOGRAFI


Kiprah Irman Gusman di kancah perpolitikan Indonesia sudah dimulai cukup lama. Pada tahun 2000 silam, Irman sudah menjadi Penasehat Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Sumatera Barat. Dia juga menjadi anggota Dewan Pakar Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Dewan Penyantun Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Kemudian pada 2001, Irman menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemasyarakatan Bulutangkis Pengurus Besar PBSI. Irman sendiri juga sempat menjadi anggota Dewan Pakar Gebu Minang, menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Koperasi, Pengusaha Kecil, dan Menengah, Dewan Pengurus Pengusaha Hutan, Wakil Ketua Forum Komunikasi Usahawan Serantau, Ketua Yayasan Amal Bhakti Mukmin Indonesia, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Komputer Padang, Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi Hipmi Pusat, Anggota/Pengurus Kamar Dagang Industri Indonesia, dan Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat.

Hingga akhirnya Irman pun menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2009-2014. Pakar ekonomi ini dikenal sebagai salah seorang penggagas sistem politik dua kamar atau bikameral pada Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Irman sendiri sebelumnya meniti karir dari nol sebagai seorang usahawan. Pada tahun 1999, dia dipercaya oleh Fraksi TNI/Polri DPRD Sumatera Barat sebagai utusan daerah untuk duduk di lembaga tertinggi Indonesia, MPR. Di MPR, Irman mulai terlibat dalam sejumlah amandemen konstitusi. Setelah lolos pada pemilihan keanggotaan DPD Sumatera Barat pada tahun 2004, Irman terus melaju ke proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPD. Pada masa bakti 2004-2009, Irman menjabat sebagai Wakil Ketua DPD bersama dengan La Ode Ida untuk mendampingi Ketua DPD saat itu, Ginandjar Kartasasmita.

Selain dikenal sebagai penggagas sistem politik dua kamar, Irman juga dikenal sebagai pelobi yang berhasil membuat dilakukannya pembentukan Fraksi Utusan Daerah MPR pada tahun 2001, padahal sebelumnya fraksi tersebut sempat dibekukan. Setelah itu, Irman juga berjuang untuk menuntut adanya seorang anggota Utusan Daerah duduk sebagai Wakil Ketua MPR. Kemudian, Irman bersama rekan-rekannya di Fraksi Utusan Daerah dan fraksi-fraksi lain melakukan sejumlah amandemen konstitusi, termasuk menerapkan pelaksanaan pemilihan umum presiden, wakil presiden dan kepala daerah secara langsung. Pencapaian lain adalah adanya amandemen untuk membentuk lembaga tinggi negara baru, Dewan Perwakilan Daerah (DPD). DPD ini sendiri dibuat untuk membangun kesetaraan dan persamaan pembangunan nasional melalui pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi di segala bidang secara konstitusional.

Uniknya, dalam peringatan setengah abad usianya, 11 Februari 2012 lalu, Irman meluncurkan buku otobiografi berjudul Irman Gusman, Jiwa yang Merajut Nusantara. Ketua DPD ini meluncurkan bukunya itu di Hotel Sahid Jaya yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, sebut saja Wakil Presiden Boediono dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam otobiografinya tersebut, dituturkan aktivitas Irman dalam usaha menyempurnakan tata cara pengelolaan negara untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Selain itu, buku ini merekam jejak langkah Irman mulai dari tanah kelahirannya di Sumatera Barat hingga pendidikan, aktivitas bisnis, dan aktivitas sosial politik serta partisipasinya dalam dinamika demokrasi dalam 12 tahun terakhir. Bahkan Wakil Presiden Boediono menyebut buku ini sebagai inspirasi sebuah perjalanan demokrasi.

Riset dan Analisa oleh Ratri Adityarani
PENDIDIKAN

S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (FE - UKI) Jurusan Ekonomi Perusahaan (1985)
S-2 Majoring in Marketing School of Business University of Bridgeport, Connecticut, AS (1987)


KARIR

Direktur Utama PT Prinavin Prakarsa,
Komisaris Utama PT Padang Industrial Park, Komisaris Utama PT Khage Lestari Timber, Komisaris Utama PT Guthrie Pasaman Nusantara, Komisaris Utama PT Sumatera Korea Motor, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia
SOCIAL MEDIA
http://www.irmangusman.com/
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Andika Hazrumy Putra Ratu Atut Gubernur Banten

Memang enak jadi Anak Gubernur, anda boleh saja iri tapi teteup aja gak bisa bersaing sama Andika Hazrumy soal kebajingannya.
Saya mencalonkan diri menjadi DPD RI Banten 2009-2014 dengan harapan menggantikan ibu saya untuk periode selanjutnya karena sepertinya Wajah Ibu saya yang seringkali diservis alias dipermak dengan plastik merek maspion mulai kehabisan siliconnya.

Asal tau aja saya adalah sat-satunya Caleg DPD RI Banten yang bertatto coy... EMANG ENAK JADI ANAK GUBERNUR YA...
dana 100 milyar untuk Kampanye saya jelas sudah disiapkan oleh Mamih dan keluarga besar kakek saya Chasan Sochib.

mau tau dananya dari mana.. PEMDA Banten Defisit anggaran 145 milyar lebih. yang 45 milyar lagi sisanya dipake Bokap coy.. Hikmat Tomet yang jadi Caleg DPR RI dari partai Golkar. plus tante saya Ratu Tatu yang juga caleg DPDD Banten yang berkampanye di pandeglang.

itu makanya poster dan baliho saya sudah menyebar dimana-mana bahkan di pulau tak berpenghuni di Banten ini. siapa yang mau berguru padaku sebut nama ku 3 kali AnTo..AnTo.. AnTo... Andika Tomet.....hehehehe

Usia saya baru 23 Tahun tapi sudah punya 2 Anak, waktu jaman sekolah saya banyak bolos Bareng Ade Rossi (Caleg DPRD Golkar Kota Serang) kita maen setrum2an jadilah kami menikah pada usia 18 karena Ade Rossi hamil duluan.

trs terang jack gw anak band.. jadi jelas kan gw atraktif jg.. dan ama temen2 gw julukannya Andika Si Tatto....... (maaf porno)...dah tebak aja sendiri.

oke sampe disini ada yang mau berguru.. sebut nama ku 3 kali coy..... ANTO..ANTO.. ANTO.... (ANAK TOLOL).. hehehehe

[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Mita Diran, Pekerja Keras yang Tewas Karena Lembur

Profil Biodata Mita Diran, Pekerja Keras yang Tewas Karena Lembur  dan bekerja terlalu keras
Y.O.L.O You Only Live Once. You work to live, not live to work. #RIPMitaDiran @mitdoq

Turut berduka cita sedalam2nya atas wafatnya salah satu insan kreatif, copywriter@mitdoq setela berdedikasi kerja lembur *twit trakhir :(

The last tweet of a copywriter at Y&R who collapsed & died of exhaustion. #RIPMita

VIVAlife - Itu hanya tiga ungkapan duka cita yang ditujukan pada Mita Diran, pemilik akun @mitdoq. Masih ada puluhan ucapan lain yang membanjir di sana. Sebagian dari kawan dekatnya, sebagian lagi dari orang-orang yang bahkan tak pernah dikenal dan ditemui Mita.

Berita meninggalnya gadis 27 tahun itu memang mengejutkan. Sabtu, 14 Desember 2013 pagi Sang Ibunda Maya Syahrial masih berkomunikasi dengan putrinya itu melalui telepon. Ia bertanya pukul berapa Mita pulang semalam. �Setengah satu pagi,� jawab Mita.

Namun, ada keraguan dalam suara itu. Maya yakin, putrinya lagi-lagi tidur di kantor. Memang selalu begitu setiap kali lembur. Masalahnya, selama bekerja sebagai copywriter di "Young & Rubicam Indonesia," Maya hampir tak pernah melihat Mita tidak lembur.

�Mita nggak bisa pulang ibu, karena Mita harus lembur,� selalu begitu alasannya. Bahkan di akhir pekan seperti hari Minggu pun, ia selalu lembur.

Sabtu pagi itu, rupanya kali terakhir Maya mendengar suara putrinya. Minggu, 15 Desember 2013 pukul 00.30 pagi ia ditelepon. Putrinya kolaps. Sekitar pukul 23.30 Sabtu malamnya, Mita pingsan di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan. Ia dilarikan taksi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

�Katanya jantungnya sudah berhenti,� kata Maya lagi padaVIVAlife, Senin, 16 Desember 2013 di rumah duka, kawasan Bintaro. Beberapa sumber menyebutkan Mita sempat koma, namun tak sampai 24 jam ia mengembuskan napas terakhir.

Hasil CT Scan menunjukkan, pembuluh darah di otaknya telah pecah. �Otaknya sudah damage,� kata Maya prihatin. Kadar gula di tubuhnya juga tinggi.

Usut punya usut, meninggalnya Mita diduga dipicu kerja yang terlalu keras. Diketahui, ia baru saja bekerja 30 jam tanpa henti. Itu terlihat dari akun Twitter-nya: �30 hours of working and still going strooong�. Itu ditulis dua jam sebelum ia pingsan.

Sayang, Maya tak tahu menahu soal pola kerja putrinya yang sampai 30 jam itu. Apakah benar-benar kerja tanpa henti, atau masih menyisakan waktu istirahat. Yang ia tahu, Mita memang gila kerja. Di rumah, sering ia gunakan alarm untuk mengingatkan putrinya untuk bekerja.

Hanya saja, Mita bandel. Baru sebentar, ia sudah berkutat lagi dengan komputernya.

Candu Kafein

Mita pernah operasi kista, 15 Desember 2012 lalu. Namun, Maya menuturkan, itu tak ada hubungan dengan meninggalnya Mita kini. Selama ini, ia melanjutkan, putrinya tak pernah mengeluhkan sakit yang serius. Hanya sakit kepala dan batuk-batuk saja.

Kata Maya, Mita tak pernah mau diminta periksa ke dokter. Ia beralasan, semua hanya karena tubuh yang terlalu lelah. Tapi ia juga tak mau beristirahat. Tiga hari sebelum meninggal, peraih Ambient Finalist Citra Pariwara 2012 itu lagi-lagi mengeluh pusing.

�Dia mengeluh, kok kepala pusing banget sampai ke leher-leher,� ujar Maya.

Tapi, keluhan itu disampaikan pada ibu keduanya. Orang tua Mita memang telah bercerai. Ayahnya menikah lagi, dan tinggal bersama istri barunya di sebuah apartemen di Slipi. Kali waktu Mita pulang ke rumah Maya di Bintaro, di waktu yang lain lagi ia pulang ke Slipi.

Mendengar putrinya mengeluh sakit kepala, Maya menyarankan ke dokter. Saat itu, ayahnya kebetulan tengah bertugas di Solo, Jawa Tengah. Namun lagi-lagi Mita menolak. Ia menahan sakitnya. Maya menuturkan, di laci kamar Mita banyak sekali obat sakit kepala berdosis tinggi.

Tak hanya itu, ia juga rutin mengonsumsi minuman suplemen energi. Sudah bertahun-tahun itu dilakukannya. Meski dilarang, Mita membandel. Jika Maya membuang minuman itu, Mita marah.

�Mita harus minum ini, Bu. Kalau nggak ada itu, Mita nggak melek. Mita harus kerja, nyerahinemail ke bos jam sekian,� begitu kata pemilik nama asli Pradnya Paramitha itu seperti yang dituturkan ibunya.

Kandungan dalam minuman itu ternyata berdampak buruk pada kesehatan. Dokter menyebutkan, kafein dalam minuman itulah yang mempercepat denyut jantung Mita sampai akhirnya pembuluh darah di otaknya pecah dan ia kolaps.

Bahaya Lembur

Bekerja terlalu keras memang berbahaya bagi kesehatan. Menurut Dr Ari F Syam, Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM tubuh seharusnya membagi secara adil waktu 24 jam dalam sehari. Delapan jam untuk bekerja keras, delapan jam untuk bekerja ringan, dan delapan jam untuk istirahat.

Jika tubuh dipaksa bekerja lebih dari itu, sistemnya akan eror. Yang pertama diserang adalah otak, lalu otot. �Karena itu orang sering migrain dan vertigo. Otak tidak diajak istirahat,� kata Ari melanjutkan. Tanda saat otak sudah terlalu lelah, adalah turunnya konsentrasi.

Kemudian, otot-otot pun akan melemah. Menurut Ari, itu merupakan sebagian sinyal tubuh untuk menunjukkan dirinya lelah. Bagi tubuh, itu adalah bentuk proteksi diri. Sebab, daya tahannya menurun. �Misalnya sakit kepala, batuk pilek, konsentrasi turun, dan mencret,� Ari menyebutkan.

Jika sudah begitu, seharusnya tubuh diistirahatkan. �Ada proses pergantian zat-zat rusak dalam tubuh yang hanya bisa dilakukan ketika seseorang tidur,� Ari menerangkan. Ketika itu tidak dilakukan, akibatnya fatal. Seperti Mita, bisa-bisa berujung pada kematian.

Apalagi jika ada risiko penyakit berat lainnya, seperti jantung atau darah tinggi. Jantung yang terus dipacu, membuat pembuluh darah makin tertekan dan darah tinggi makin naik.

Namun, Ari menjelaskan, tak mungkin seseorang meninggal hanya karena kelelahan bekerja. �Kalau meninggal mendadak itu tidak mungkin,� tegasnya. Sebab, organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan ginjal sebenarnya tetap bekerja meski orang sedang tidur. Berbeda dengan otak dan otot.

Masalah baru muncul jika ada pemicu lainnya. Misalnya, punya faktor risiko penyakit atau �mengisi� tubuh dengan zat-zat berbahaya seperti kafein dari minuman berenergi. Ari menerangkan, kafein membuat detak jantung berpacu lebih keras. Tensi darah pun meningkat.

Kafein sering dikonsumsi mereka yang butuh energi ekstra karena itu seakan bisa menambah kapasitas tubuh bekerja. �Itu namanya caffeine alert,� tutur Ari. Kafein akan menaikkan kerja jantung, sehingga tubuh lebih bugar. Namun, itu sebenarnya efek sementara.

�Kenyataannya, tubuh dipaksa kerja lebih dari kapasitasnya,� ia melanjutkan.

Karena itu, Ari menyarankan tidak bekerja lebih dari delapan jam terus-menerus. Jika masih diselingi dengan istirahat, tidak terlalu masalah. �Kalau full kerja, ya tubuh eror. Pasti terasakan, kerja 12 jam saja konsentrasi pasti menurun,� ujarnya.

Toh, Ari melanjutkan, jika tubuh dipaksa bekerja lebih dari kapasitasnya, hasil yang dicapai tidak akan maksimal. �Apapun kerjanya, kualitas tidak akan maksimal,� tegasnya lagi.

Nasib Pekerja Keras

Kerja keras terkadang memang susah dipisahkan dari keseharian. Bagi sebagian orang, hasrat bekerja keras sudah tercetak dalam darah dan dagingnya. Sebagian pekerja di bidang kreatif, punya gaya hidup yang ekstrem. Hampir setiap hari mereka bekerja sampai larut.

Nasib tragis pun tak hanya menimpa Mita. Li Yuan, seorang pekerja bidang periklanan di China, juga meninggal 16 Mei 2013 lalu. Pemicunya sama: kerja terlalu keras. Padahal, usianya baru 24 tahun.

Li Yuan adalah karyawan di sebuah perusahaan periklanan, Ogilvy & Mather China. Beberapa bulan sebelum meninggal, ia bekerja sampai pukul 11 malam di kantor. Hingga akhirnyam tubuh Yuan tak tahan lagi. Senin sore, ia kolaps.

Yuan sempat menangis sebelum ia jatuh ke lantai. Teman-temannya menyebut ia mengerang kesakitan. Akhirnya, dokter mendiagnosis ia meninggal karena penyakit jantung. Yuan pun tak sendiri. Mengutip Daily Mail, sekitar 600 ribu orang meninggal di China tiap tahunnya karena terlalu keras bekerja.

Rata-rata karena stres, yang kemudian berujung pada penyakit jantung dan stroke. Beberapa gangguan juga dialami para pekerja keras, seperti insomnia, anoreksia, dan masalah pencernaan.

Bagi pekerja bidang periklanan di Indonesia, sakit karena kelelahan bekerja pun sudah jadi hal yang biasa. Bagaimana tidak, mereka dituntut terus "hidup" selama hari kerja. Belum lagi keharusan lembur tanpa ada jadwal pasti. Semua seakan menganut sistem kejar target.

Demi tenggat waktu dan memuaskan klien, tubuh diforsir. Saat itulah, mereka biasanya terserang maag sampai tifus. Sebab, pola makan dan hidup tak teratur. Seorang desain grafis di sebuah perusahaan periklanan di Jakarta menyebutkan, demi proyek timnya bisa bekerja hingga 11 jam.

�Itu lebih ke tanggung jawab sama perusahaan dan merek yang kita pegang juga. Karena kerjaan kita kan kejar target,� ujarnya. Dalam sehari, ia bisa beristirahat hanya beberapa jam.

Mantan pekerja sebuah perusahaan iklan juga mengakui, tak ada jam kerja di dunianya. Jam kantor tak berlaku. Karyawan tetap harus selalu siap kerja sampai malam. Selama beberapa hari, ia bisa tak pulang ke rumah. Biasanya, itu karena atasan tak mampu menolak permintaan klien. Ujung-ujungnya, karyawan yang tertekan.

Jika sudah begitu, salah siapa? (ren)
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Edgard Schwannedgard Pacar Baru Sandra Dewi

Sandra Dewi dikabarkan berpacaran dengan seorang pengusaha kaya, Edgard Schwannedgard. Edgard disebut-sebut masuk daftar orang terkaya Indonesia nomor 125.

Meski begitu, banyak orang yang mempertanyakan asal usul lelaki itu. Dalam beberapa forum obrolan di Internet, Edgard disebut-sebut keturunan orang Belanda-Korea yang lama bermukim di Indonesia. Ada juga yang menyebut Edgard keturunan Tionghoa yang lama tinggal di Indonesia.

Yang nyeleneh, dalam obolan di Twitter, Edgard sempat disebut sebagai orang Sunda. Adalah akun @renno_rasdy yang menyebut pola nama Edgard mirip nama khas orang sunda, yang mengulang-ulang satu kata dalam sebuah nama. "Kyk nama org sunda, kiki suriski :D RT @idghibah: Berbagi foto @SandraDewi88 dgn pacarnya, Edgard Schwannedgard," demikian kicuan @renno_rasdy.

Asal usul dan profil Edgard hingga kini memang agak misterius. Termasuk soal kekayaannya, yang dikabarkan melampaui beberapa orang ternama di Indonesia.

Dalam sebuah foto yang memuat daftar orang terkaya di Indonesia yang diunggah di akun fans club Edgard, @Ed_Guardian, nama Schwannedgard berada di posisi 125, mengungguli Setiawan Djodi di nomor 127; pengusaha Rahmat Gobel di nomor 129; Menteri Perindustrian M.S Hidayat di nomor 133; dan adik mantan presiden Soeharto, Probosutedjo, di nomor 140.

Sandra Dewi pun belum menanggapi isu mengenai kedekatannya dengan Edgard (Baca: Sandra Dewi dan Orang Terkaya ke-125, Ada Apa?). Gadis kelahiran Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 8 Agustus 1983 ini agak tertutup ketika membicarakan kehidupan pribadinya.

"Saya lebih suka bicara karier," kata Sandra dalam surat elektroniknya saat menyampaikan keterangan mengenai rencananya pada Desember ini untuk berangkat ke Afrika dalam sebuah program bersama sebuah produk minuman. Namun, Tempo pernah memergoki mereka mojok di sebuah kafe di bilangan Senayan.
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Hanum Salsabiela Rais Putri Amien Rais

Profil Biodata Hanum Salsabiela Rais Putri Amien Rais Penulis Novel 99 cahaya di langit eropa.
Baru-baru ini khazanah perbukuan nasional diramaikan oleh kedatangan buku baru Novel 99 cahaya di langit eropa. yang kemudian diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama.

Hanum Salsabiela Rais juga menulis buku lain yaitu �Menapak Jejak Amien Rais: Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta� yang diterbitkan oleh Esensi-Penerbit Erlangga. 

Dari judulnya saja, kita akan langsung mengetahui bahwa buku tersebut merupakan buku biografi Amien Rais yang ditulis oleh putri kandungnya. Putri kandung yang dimaksud adalah Hanum Salsabiela Rais, salah satu dari lima orang putra-putri Amien Rais, hasil pernikahannya dengan Kusnasriyati Sri Rahayu.

Hanum dilahirkan di kota Gudeg, Yogyakarta, pada tanggal 12 April 1981. Pendidikan dasar hingga pendidikan menengah atasnya ia jalani di Sekolah Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah itu, Hanum melanjutkan kuliah dan pendidikan profesi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga akhirnya memperoleh gelar dokter gigi pada tahun 2006.

Sejak umur 17 tahun, Hanum sudah terjun ke dalam dunia Broadcasting dan Jurnalisme. Ia mengawali kariernya sebagai pembawa acara lepas di stasiun TVRI Yogyakarta dan Jogja TV. Pada tahun 2006, Hanum pun menerima tantangan untuk hijrah ke Jakarta dan meniti karier sebagai reporter di Trans TV. Di stasiun TV ini, Hanum juga membawakan program berita harian Reportase sebagai presenter.



Pada tahun 2008, Hanum diboyong oleh sang suami, Rangga Almahendra ke kota Wina, Austria. Di negara ini, Hanum mendalami pendidikan bahasa Jerman sambil bekerja sebagai Video Host dan Editor untuk program podcast Executive Academy, Universitas Ekonomi dan Bisnis, Wina.

Saat ini, Hanum juga tercatat sebagai jurnalis responden dan kontributor Detik.com untuk kawasan Eropa dan sekitarnya. Sebagai jurnalis kontributor di salah satu portal berita online terbesar di Indonesia tersebut, Hanum pernah punya pengalaman membawa sang Ayah berceramah di beberapa kampus di Eropa. Amien Rais, sang ayah, berceramah dalam acara guest lecture atau kuliah umum di sana. Apa yang dibahas Amein Rais dalam kuliah umum tersebut, Hanum tulis dan kirimkan untuk dimuat di Detik.com.

Sebagai seorang jurnalis, Hanum banyak menulis artikel tentang perbandingan kehidupan antar dua negara, Indonesia-Austria. Sebagai contoh, kebutuhan hidup masyarakat Austria sudah tidak lagi berkutat pada masalah perut. Orang-orang di sana rela mengeluarkan uang ratusan Euro hanya untuk menyaksikan konser musik mahal yang hanya berdurasi 1-2 jam.



Pada saat meliput pertandingan Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss, Hanum juga menyaksikan ribuan suporter sepakbola berbondong-bondong mengantre untuk membeli minuman bir dan anggur. Tentu saja di bawah pengaruh alkohol yang kuat, tensi emosi meningkat. Akhirnya sering kali di akhir pertandingan, para suporter sepakbola tersebut saling adu jotos, saling melempar kaleng bir, dan ujung-ujungnya puluhan bahkan ratusan orang harus masuk rumah sakit. Di antara mereka bahkan ada yang masuk penjara karena melakukan aksi kekerasan.

Selain itu Hanum juga menemukan fakta bahwa anjing-anjing di Austria diperlakukan bak seorang raja. Kebanyakan orang Austria mengaku, untuk kebutuhan makan, kesehatan, hingga make-up, dan aksesori anjing, diperlukan biaya hingga 2.500 Euro (Sekitar Rp 29 juta) tiap tahunnya. Hanum juga mengaku kaget saat ada orang yang membeli hati ampela seharga 9 Euro (Sekitar Rp. 100.000), hanya untuk memberi makan anjingnya untuk konsumsi satu hari. Sementara di Indonesia, hati ampela seharga Rp. 100.000 merupakan barang mewah dan bisa disimpan berhari-hari untuk konsumsi manusia.

Hanum memang baru mengikuti suami ke Austria setahun belakangan ini, meskipun mereka berdua telah menikah selama hampir empat tahun. Di awal-awal pernikahan, mereka sempat tinggal serumah karena sang suami juga bekerja di Jakarta. Namun sejak akhir tahun 2007, sang suami harus meninggalkan tanah air karena melanjutkan studi doktoral di Austria. Hanum pun terpaksa harus terpisah dengan sang suami karena ia juga masih harus melanjutkan kariernya sebagai reporter dan presenter Trans TV. Namun ia tak sepenuhnya sendirian, karena di rumah, ada beberapa saudara yang juga tinggal di sana. Amien Rais pun juga terhitung sering ke Jakarta dan menginap di rumah yang berada di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan tersebut.

Lama-kelamaan, Hanum pun merasa tidak tahan harus melakukan hubungan jarak jauh dengan sang suami. Di samping itu seorang istri memang selayaknya mengikuti ke mana sang suami pergi. Akhirnya ia berketetapan hati untuk hijrah ke Austria pada bulan September 2009 mengikuti sang suami. Sebelum berangkat, Hanum pun telah mengantongi pekerjaan barunya sebagai jurnalis kontributor di Detik.com.

Saat ini, selain tetap menjalankan profesinya sebagai jurnalis, Hanum juga menjalani �profesi�-nya sebagai seorang ibu rumah tangga, mengurus rumah, dan tengah giat melakukan hobi barunya: memasak!! Tiap hari mencoba resep baru, membuat sang suami berpikir bahwa Hanum akan segera menulis buku memasak. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Hanum Salsabiela Rais, siapa pun bisa mengunjungi situs www.hanumrais.com, atau mendaftar sebagai teman Hanum di Facebook, melalui email hanumrais@gmail.com.
[Baca Selengkapnya...]

Inilah daftar Perusahaan Robert Budi Hartono Dari Rokok sampai Kaskus



Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut itulah R. Budi Hartono yang merupakan pemilik Grup Djarum, dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang, Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya diubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono yang memiliki nama Tionghoa Oei Hwie
Tjhong oleh Majalah Forbes dicaatat memiliki kekayaan sebesar 8,5 Milyar Dollar atau 82.50 Trilyun Rupiah dan merupakan Orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan 131 terkaya didunia. Semua berawal dari Mr. Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dann kemudian mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek �Djarum� yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal. Pada saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Namun kemudian di tangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini memilki pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional. Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak 2009 bersama dengan rokok kretek lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia.





Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951. Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditantangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008. Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah.





Majalah Globe Asia menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono di bawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke
sektot perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun (tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah). BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997. Dan bukti eksistensi grup Djarum adalah gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah-tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Robert Budi Hartono menikah seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya Widowati Hartono, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi lalu mendirikan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis di tempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda itu dimatanya, memiliki semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak itu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan �King Smash�.





Disamping itu bersama kakaknya yaitu Michael Budi Hartono,mereka menjadi pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia.
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Laily Prihatiningtyas calon Direktur BUMN Pilihan Dahlah Iskan

Menteri BUMN Dahlan Iskan akan menunjuk Laily Prihatiningtyas menjadi Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Wanita kelahiran Desember 1985 ini ternyata belum genap berusia 28 tahun. Hebat!

Mendengar berita soal pencalonannya sebagai Direktur Utama BUMN, wanita yang akrab dipanggil Tyas ini tak bisa berkomentar banyak.

"Sampai sekarang sebenarnya belum ada penunjukkan secara resmi, jadi saya belum bisa berkomentar banyak untuk saat ini," ucap Tyas kepadadetikFinance, Kamis (21/11/2013).

Tyas ditunjuk menggantikan posisi Ricky Sihaan. Dahlan sebelumnya beralasan Tyas yang lulusan S2 Belanda ini memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menjadi seorang Dirut di BUMN.

"Dia mampu karena pintar sekali, dan ini juga sebagai sinyal kepada generasi muda bahwa BUMN nggak segan-segan mengangkat generasi muda. Karena di swasta itu biasa anak usia 28 tahun menjadi Dirut," sebut Dahlan.

Sementara itu Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro menjelaskan, proses penetapan Tyas menjadi bos baru PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan disiapkan. Termasuk mekanisme fit and proper test, atau uji kelayakan dan kepatutan. "Sedang disiapkan semuanya," kata Imam singkat.

dan berikut biodata singkat laily prihaningtyas


Pekerjaan sekarang :
-Head of Information Presentation Subdivision at Ministry of State Owned Enterprises
-Board of Commissioners Secretary at PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) ex BPPN

Pengalaman kerja :  
-Risk Management Committee Member at PT Antam Tbk
-Staff at Ministry of State Owned Enterprises of Republic Indonesia
-Human Resources Division Staff at Ministry of State Owned Enterprises of Indonesia

Pendidikan :  

Tilburg University
MSc, Accounting

2010 � 2011

Graduated with Distinction
Funded by StuNed Scholarship Programme from the Dutch Government

Universitas Indonesia (UI)
Bachelor, Accounting

2007 � 2009

GPA: 3.33/4

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
D III, Accounting

2003 � 2006

GPA: 3.42/4
Funded by STAN scholarship programme from the Ministry of Finance of Republic Indonesia

Activities and Societies: Data Collector for STAN Year Book 2005 and 2006
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata dr Dewa Ayu Sasiary Prawani

berikut ini profil dan biodata Profil Biodata dr Dewa Ayu Sasiary Prawani yang saya kutip langsung dari blog dr ayu. 

Aku dilahirkan dengan nama lengkap Dewa Ayu Sasiary Prawani. Aku lahir di Denpasar, Bali 23 April 1975. Dari SD hingga SMA aku bersekolah di Denpasar, selanjutnya perguruan tinggiku ku selesaikan di Manado, Sulawesi Utara. Aku mengambil jurusan Kedokteran Umum. Sebenarnya nggak kepikiran untuk melanjutkan sekolah ke Manado, karena aku juga nggak punya sanak saudara di sana. Tapi mungkin karena ingin bertualang alias mencari pengalaman baru, aku nekat merantau. Sebenarnya berat sekali berpisah dengan orang tua dan saudara2 ku.
Bulan-bulan pertama, di bulan Agustus 1993, awal-awal masa pendidikan ku di FK UNSRAT Manado aku isi dengan rasa sedih, sepi dan rindu dengan keluargaku. Aku anak ke-5 dari 6 bersaudara, jadi sudah terbiasa dengan suasana yang ramai. Dan saat itu aku belajar melakukan segala sesuatunya sendiri.
Untungnya kesedihan dan kesepian itu tidak berlangsung lama, perlahan-lahan aku bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Aku belajarselain di dalam pendidikan, juga dalam berinteraksi dengan orang-orang sekitarku. Segala sesuatunya memang awalnya terasa berat.. tapi, akhirnya bisa kulewati dengan baik.
Akhirnya aku berhasil menyelesaikan kuliahku dan aku resmi diambil sumpah sebagai dokter umum April 2000.

[Baca Selengkapnya...]

Profil Biodata Enji Ayu ting ting Alias Henry Baskoro Anak Bambang hendarso Danuri

Siapa sebenarnya orangtua Enji, suami Ayu Ting Ting? Ibunda Ayu Ting Ting, Umi Kalsum, mengaku belum pernah bertemu dengan orangtua Enji, meski putrinya sudah dinikahi pria itu. Benarkah Enji anak mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri?

Selama ini, isu yang beredar Enji yang bernama lengkap Henry Baskoro Hendarso itu merupakan anak petinggi polisi. Namun sepanjang isu itu berkembang, tidak ada yang memastikan siapa ayah Enji sebenarnya.

Sampai akhirnya beredar undangan resepsi pernikahan Ayu Ting Ting dan Enji yang seharusnya dilakukan pada 4 September 2013 lalu. Namun, rencana resepsi itu masih belum terealisasi hingga sekarang.

Di undangan itu yang didapatkan detikHot Selasa (12/11/2013) itu, nama orangtua Enji tertulis jelas: Bambang Hendarso Danuri dan Rita Felicita. Siapa Bambang Hendarso, ayah Enji itu? Benarkah Bambang Hendarso Danuri yang dimaksud merupakan Kapolri yang menjabat pada 2008 hingga 2010?

Tidak ada kejelasan. Yang pasti, saat proses fit and proper test sebagai calon Kapolri pada 19 September 2008 lalu, Komisi III DPR mendapatkan data bahwa Bambang Hendarso Danuri beristrikan Nani Hartiningsih Wargahadibrata, bukan Rita Felicita. Bambang Hendarso-Nani memiliki dua anak. "Mereka keluarga harmonis," kata Trimedya Panjaitan, ketua Komisi III DPR saat itu.

Selama ini Enji tidak mau berterus terang mengenai siapa ayahnya. Saat ditanya wartawan ketika menggelar jumpa pers di kantor pengacara Hotman Paris, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (8/11/2013) lalu, Enji sempat ditanya siapa orangtuanya. Saat itu, pria berkepala botak itu enggan menjawabnya. Ia pun hanya tersenyum.

Sementara, Umi Kalsum mengungkapkan dirinya atau pun keluarganya tidak penah bertemu dengan ayah dan ibu Enji. "Ibu nggak pernah melihat orangtuanya Enji," ujar Umi Kalsum di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).
[Baca Selengkapnya...]

Foto dan Profil Valdya Baraputri Reporter 360 metro TV

Foto dan Profil Valdya Baraputri Reporter 360 metro TV

[Baca Selengkapnya...]

profil dan biografi adiguna sutowo mertua dian satro

siapakah adiguna sutowo yang rumahnya dirusak perwmpuan misterius. Berikut ini biografi dan biodata adiguna sutowo.
Adiguna Sutowo (Mertua Dian Sastro), Penerus Ibnu Sutowo
Kisaran awal 2005 silam, publik Indonesia dikejutkan oleh peristiwa yang cukup menyita perhatian. Menjadi berita besar karena pelakunya diduga anak dari tokoh besar Orde Baru. Hari Minggu (2/1/2005) pukul 15.55 WIB pelaku digelandang masuk tahanan.
Adiguna Sutowo yang diduga sebagai pelaku tunggal penembakan pelayan bar Fluid Club Hotel Hilton, Yohanes Brachmans Haerudy Natong, dimasukan ke ruang tahanan Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Adiguna mengenakan kaos warna abu-abu dan celana training. Mukanya tampak lusuh dan tertunduk lesu. Dia digelandang setelah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Jatantras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya secara maraton. Dia diperiksa sejak Sabtu (1/1/2005) malam. Lihat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang baru menjabat beberapa bulan merasa prihatin dengan peristiwa pada pergantian tahun itu. Ia menginstruksikan aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara tegas dan transparan. Hal itu dikatakan SBY kepada wartawan dalam jumpa pers di rumahnya, di Cikeas, Bogor, Minggu (2/1/2005) malam. Tampak hadir Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda dan Menkeu Yusuf Anwar. �Pemerintah dalam hal ini Kapolri diminta untuk melaksanakan proses hukum terhadap pelaku penembakan di Hotel Hilton. Lakukan proses hukum yang benar dan tepat, lalu tunjukkan dengan akuntabilitas yang tinggi,� kata SBY. Lihat.
Siapa Adiguna itu?
Dibanding Pontjo Sutowo, kakaknya, nama Adiguna masih kalah pamor. Bahkan selama ini Adiguna lebih dikenal sebagai pereli nasional. Anaknya, (alm) Adri Sutowo pun menitis darah ini. Nama Adiguna memang tak bisa lepas dari Ibnu Sutowo, eks Dirut PT Pertamina dan pensiunan jenderal bintang tiga era Soeharto.
Dari perkawinannya dengan Zaleha binti Syafe�ie, yang dinikahinya pada 12 September 1943, Ibnu mendapatkan 7 anak. Mereka adalah Nuraini Zaitun Kamarukmi Luntungan, Endang Utari Mokodompit, Widarti, Pontjo Nugroho Susilo, Sri Hartati Wahyuningsih, Handara, dan Adiguna.
Seperti saudara-saudaranya yang lain, si bungsu Adiguna pun berkecimpung dalam bisnis. Dia tercatat sebagai bos perusahaan farmasi PT Suntri Sepuri. Perusahaan yang didirikan pada 1998 ini memproduksi tablet, kapsul, sirup dan suspensi, sirup kering/serbuk injeksi beta laktam. Membicarakan bisnis Adiguna, mau tak mau harus membicarakan bisnis keluarga Ibnu Sutowo. Pasalnya, bisnis Adiguna dibangun bersama-sama dengan anggota keluarganya yang lain.
Keluarga Ibnu Sutowo ketika Orba masih berkuasa, mempunyai sedikitnya 20 perusahaan. Ini termasuk PT Adiguna Shipyard (galangan kapal, pengadaan fiberglass kapal) dan PT Adiguna Mesin Tani (agicultural). Keluarga ini juga pemilik PT Indobuild Co (real estate, hotel) yang menguasai hak pengelolaan lahan di seputar Senayan - lokasi hotel, apartemen dan convention center. Keluarga Ibnu Sutowo lebih dikenal lewat konglomerasi Grup Nugra Santana (bursa saham, pemasaran, manajemen properti, investasi bangunan). Jika dikaitkan dengan masa sekarang, ingatan kita akan tertuju pada Bakrie Grup yang menguasai lantai bursa, dan juga Kalla Grup milik mantan wakil presiden. Keduanya sama-sama pentolan partai Golkar.
Di bawah grup inilah keluarga Sutowo menguasai penjualan dan pemasaran operasional 5 hotel kelas atas: Jakarta Hilton International Hotel, Lagoon Tower Jakarta Hilton International, The Hilton Residence, Patra Surabaya Hilton International dan Bali Hilton International.
Ekspansi besar-besaran dimotori Pontjo Sutowo. Tapi pada 1997, kibaran bisnis keluarga Sutowo melorot. Majalah Swa edisi November 2004 lalu menulis, tragedi Bank Pacific yang dimotori Endang Utari Mokodompit -kakak Adiguna- menyusul bank tersebut dilikuidasi Pemerintah, November 1997, diduga menjadi pemicu memudarnya pamor Grup Nugra Santana. Meski demikian, sebagian sahamnya masih bercokol di Hilton, branding yang akan tetap dipakainya selama 20 tahun sesuai kontrak sejak 1996 silam.
Majalah Swa lewat laporannya bertajuk �Menumpuk Utang di Bank, Terbelit Bisnis Sendiri� menulis bahwa bisnis Grup Nusa Santana tak lagi prospektif. Pengamat ekonomi Wilson Nababan menilai, berbagai proyek properti khususnya hotel yang dibangun Grup Nugra Santana menjadi kartu mati yang sulit dikembangkan lagi. Bisnis kelompok ini di bidang perkapalan seperti Adiguna Shipyard juga mengalami penurunan yang sangat tajam.
Untuk kasus seperti ini, kiranya keluarga Sutowo perlu belajar dari Keluarga Bakrie yang tetap eksis meski badai 2008 menerjang kerajaan bisnisnya. Tentu dengan menggandeng penguasa saat itu, Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla, meski sempat ditentang Menkeu Sri Mulyani yang mengancam mundur dari kabinet SBY.
Adiguna juga merajai media. Pada tahun 1992, Adiguna bersama Soetikno Soedardjo dan Onky Soemarno mendirikan Hard Rock Cafe. Joint venture ini membuahkan group usaha yang dikenal sebagai MRA Group. MRA ini kemudian berkembang pesat dan saat ini memiliki beberapa divisi yang menaungi beberapa unit usaha seperti Zoom Bar & Lounge, BC Bar, Cafe 21, Radio Hard Rock FM (Jakarta, Bandung, Bali), i-Radio, MTV radio, Majalah Kosmo, Majalah FHM , Omni Chanel (TV), dan IP Entertaiment.
Di samping itu Adiguna juga merupakan pemilik Four Seasons Hotel dan Four Seasons Apartement di Bali. Belakangan, Adiguna baru saja membeli Reagent Hotel di Jakarta (yang sekarang berganti nama Four Seasons Hotel). Dia juga memegang dealership Ferrari dan Maserati, Mercedes Benz, Harley Davidson, Ducati, B&0, dan Bulgari. Menurut catatan George Aditjondro, Adiguna sempat memiliki hubungan bisnis dengan Tommy Soeharto di masa jayanya. Keduanya mendirikan PT Mahasarana Buana (Mabua) pada tanggal 5 September 1985. Perusahaan yang beroperasi di Batam ini berdagang dinamit untuk keperluan industri.
Adiguna yang juga anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) ini dikenal cukup dekat juga dengan kerajaan bisnis Sudwikatmono. Seperti sohibnya, Tommy Soeharto, Adiguna juga pernah mencicipi sempitnya hotel prodeo di sel Polda Metro Jaya. Keduanya dituduh melakukan kejahatan yang nyaris persis: menembakkan timah panas hingga sang korban tewas.
Sumber : detiknews.com 3 Januari 2005
Nasib Dian Sastro Pasca Menikahi Keluarga Sutowo
Berita menikahnya Dian Sastro kemarin (18/5/2010) cukup membuat kalangan kaum Adam banyak yang “patah hati”, terutama mantan-mantan kekasih Dian sendiri tentunya. Status di jejaring sosial semacam facebook dan twitter seolah menjadi bukti, meski banyak yang sedikit malu-malu. Kemarin, status facebook teman-teman saya pun dijejali berita menikahnya Dian Sastro dan meninggalnya Mama Laurent. Baru malam tadi status berganti menjadi seputar berita gempa bumi di Sukabumi, Jawa Barat. Tidak ada hubungannya barangkali, kalau saya hubungkan tentu akan melahirkan bahan tertawaan kembali.

Memang, Dian Sastro memiliki daya tarik lebih dibanding kalangan selebritis lainnya. Selain modal wajah yang rupawan dan meng-indonesia banget, kemampuan intelektualnya juga tidak diragukan lagi. Dian juga tergolong artis berkelas, sangat selektif memilih peran, sepertinya anti-sinetron dan lebih memilih menjadi bintang iklan. Dagangan yang diiklankan pun laris manis di pasaran.
Barangkali hal-hal itulah yang membedakan Dian dengan artis-artis wanita lainnya. Sosoknya mungkin cukup menjadi idaman kaum pria.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Dian Sastro adalah alumnus Jurusan Filsafat Universitas Indonesia.
Enam tahun dilewatinya sebagai mahasiswi. Akhirnya, aktris peraih Piala Citra itu lulus juga. Prestasinya pun cukup membanggakan untuk ukuran seorang artis yang sibuknya bukan main.
�Nilaiku 8,57 (A) dari skripsi yang berjudul Beauty Industrial Complex. Puas banget sih karena ini adalah penantian yang cukup lama. Aku bersyukur dengan banyaknya waktu yang dimiliki sehingga mendapatkan hasil maksimal. Bukan ngerjain biar cepet lulus, dapet IP yang kurang bagus. Meski 6 tahun IPK-nya 3,2,� kata Dian.
Bahkan, Dian sempat ditawari dosen pembimbingnya untuk menjadi asisten dosen (asdos) pada salah satu mata kuliah. Selain itu, skripsinya sedang disiapkan menjadi sebuah buku dimana Dian bekerjasama dengan wartawan senior Leila S. Chudori sebagai penyunting dan co-writer. Skripsi tersebut menempatkan industri kecantikan dan isu persamaan jender dalam kacamata filsafat, dimana perempuan berlaku sebagai subyek dan obyek. Lihat.
Berbicara tentang materi dalam skripsinya, bolehlah kita bertanya kepada Dian tentang “ideologi kecantikan”. Berbekal kecantikan dan ketenarannya, mungkinkah pernikahannya akan langgeng hingga akhir hayat mereka berdua, menepis anggapan miring masyarakat bahwa pernikahan artis hanyalah “paparan kekayaan dan pembuktian strata sosial” dan tidak berlangsung lama.
Jika biasanya kaum bigos (biang gosip) infotainment menanyakan ke Mama Laurent, sepeninggalnya kepada siapa lagi mereka akan bertanya? Saya rasa, hanya waktu yang mampu menjawabnya.
Kembali ke keluarga Sutowo tadi, jika melihat kadar intelektualitas dan kelas keartisannya, rasa-rasanya mereka memang lebih pintar mencari mantu dibanding konglomerat� satunya yang baru saja� digandeng dan digendong Pak Beye. Mudah-mudahan pengusaha-pengusaha bekas ‘penguasa’ dan sedang ‘menguasai’ jagat politik negeri ini tersebut tidak salah memilih mantu. Semoga nantinya menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah (samara) sehingga berguna bagi bangsa dan negaranya. Amien…..
Saking ngefansnya, dalam status facebook seorang sahabat saya, dia berencana akan menggelar diskusi dengan tema, “Indonesia Pasca Menikahnya Dian Sastrowardoyo”. Terbuka untuk umum katanya, meski judulnya untuk kalangan terbatas. Barangkali dia terinspirasi tajuk harian Kompas tentang “Ekonomi Indonesia Pasca Sri Mulyani” beberapa waktu lalu.

Meski ini postingan gosip, mudah-mudahan masih ada �sesuatu� di baliknya. Suatu indikasi bahwa kekuasaan dan perusahaan masih membentuk lingkaran setan di negeri ini, dan dunia barangkali, seperti dua sisi keping mata uang. Karena ada larangan menggosip di tempat umum, kita menggosip di rumah ini saja. Salam damai, selamat pagi!
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biografi dan Biodata Komjen Sutarman Kapolri yang Baru


Nama Lengkap : Sutarman
Alias : No Alias
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Sukoharjo, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Sabtu, 5 Oktober 1957
Zodiac : Balance
Warga Negara : Indonesia
Istri : Elly Sutarman


Komjen Pol Drs. Sutarman merupakan Kabareskrim Mabes Polri yang aktif sejak 6 Juli 2011. Dia diangkat sebagai orang nomor satu di Bareskrim untuk menggantikan Ito Sumardi Ds yang telah memasuki masa pensiun.

Sutarman tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting di sepanjang karirnya. Pada tahun 2000, dia adalah Ajudan Presiden RI pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Kemudian pada akhir 2004, dia pernah menjabat sebagai Kapolwiltabes Surabaya, dan kemudian berturut-turut menjabat sebagai Kapolda Kepri, Kaselapa Lemdiklat Polri. Setelah menjabat sebagai Kaselapa Lemdiklat Polri, Sutarman lalu menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada masa jabatan 23 Juni 2010 hingga 4 Oktober 2010. Ia menggantikan Irjen Pol Timur Pradopo.

Setelah lepas jabatan sebagai Kapolda Jawa Barat dan digantikan oleh Irjen Pol H. Suparni Parto, Sutarman kemudian menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi Ds.

Pada 2011, setelah melalui proses penyaringan, jabatan Kabareskrim Mabes Polri ditentukan dan posisi penting itu akhirnya diduduki oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman.

Keputusan pengangkatan Sutarman itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) No: STR 1334/VI/2011, tanggal 30 Juni 2011. Bersama Sutarman, ada 11 jenderal lainnya yang dimutasi.

Dalam telegram tersebut, Sutarman menggantikan posisi Komisaris Jenderal Ito Sumardi yang memasuki masa pensiun. Sementara jabatan Sutarman sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya digantikan oleh Irjen Untung Suharsono Radjab. Untung sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Ada keunikan dalam sejarah karir Jenderal bintang tiga ini. Sutarman pernah menggantikan Timur Pradopo (yang kini adalah Kapolri) di dua tempat yang berbeda, yakni Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

Riset dan analisa oleh Pilar Asa Susila
PENDIDIKAN

Akademi kepolisian 1981
KARIR

Kabareskrim Mabes Polri
Kapolwiltabes Surabaya
Kapolda Kepri
Kaselapa Lemdiklat Polri
Kapolda Jabar
Kapolda Metro Jaya
Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid
1981, Staf Lalu Lintas di Polres Bandung,
1982, Kepala Polsek Dayeuhkolot, Resor Bandung
1983, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, Jawa Barat
[Baca Selengkapnya...]

Inilah Foto Profil Esti Istri Pertama Gatot Supiartono

Teka-teki pembunuhan Holly Angela di Kalibata City akhirnya terungkap. Otak pembunuhan itu tidak lain adalah suami siri Holly, Gatot Supiartono. Pejabat eselon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu diketahui sudah memiliki istri sebelum menikahi Holly.

Menurut tetangga kediaman almarhum orangtua Gatot di Rawamangun, pria yang juga menjabat sebagai auditor utama BPK itu menikah dengan seorang wanita bernama Esti.

"Namanya Esti, cakep orangnya. Kecil gitu, kalau Angel (Holly) kan agak gede tuh. Tapi lebih cakep istrinya (Gatot)," ujar tetangga yang enggan disebutkan namanya saat berbincang, Kamis (17/10/2013).

"Orangnya (Esti) pakai jilbab. Alus ya namanya dari Solo ya. Putih juga, cakep dah, ayu gitu. Sopan juga," imbuhnya.

Kini rumah yang beralamat di Jl Kayu Jati Gang I No 18 RT 08/04, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur itu terlihat sepi. Saat detikcom berkunjung dan mencoba mengetuk pagar rumah, tak ada siapapun yang menjawab dari dalam rumah.

Diketahui adik Gatot yang bernama Sri kini menempati rumah itu bersama suami dan anaknya. Namun, Sri diketahui tidak berada di rumah itu sejak sebelum hari raya Idul Adha lalu.

"Bu Sri sudah pergi dari sebelum Idul Adha. Sama suami dan anaknya. Enggak tahu ke mana. Namanya hari raya ya silaturahmi atau gimana," kata tetangga itu sebelumnya.

Polisi resmi menetapkan Gatot Supiartono sebagai tersangka yang mengotaki pembunuhan istri sirinya sendiri, Holly Angela. Gatot memerintahkan 5 orang untuk melakukan pembunuhan berencana di kediaman Holly di Apartemen Kalibata City pada 30 September 2013 lalu.
[Baca Selengkapnya...]

Profil dan Biografi Rafi Murdianto atau Ravi Murdianto Kiper Timnas u 19

Ravi Murdianto adalah penjaga gawang atau kiper Timnas Garuda Muda Indonesia U-19 yang lahir pada tanggal 8 Januari 1995. Peran Ravi Murdianto sebagai kiper memang 'tak tergantikan' sepanjang Piala AFF Youth Championship 2013 digelar. Ketenangan dan kesigapannya di depan gawang membuat para pemain belakang Garuda Muda menaruh kepercayaan penuh pada pundak kiper Perserang tersebut. Bahkan, pelatih penjaga gawang Indonesia, Jarot Supriadi, menyatakan Ravi Murdianto memiliki sedikit kelebihan dibandingkan kiper pengganti Rully Desrian. Situasi itu membuat Ravi terus menjadi andalan termasuk ketika bermain 1-1 melawan Malaysia pada laga pamungkas penyisihan Grup B di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (18/9/2013) malam. Kehadiran Ravi memberi ketenangan bagi pemain bertahan Indonesia. 




Kiprah dan prestasi Ravi Murdianto sudah terlihat saat dirinya bergabung di level Timnas U-17. Ravi sukses mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA tahun 2012. Setahun kemudian, Ravi tetap dipercaya pelatih Indra Sjafri memperkuat timnas U-18. Hasilnya, Ravi Murdianto dan rekan setim kembali mempersembahkan gelar juara pada turnamen serupa pada awal 2013 lalu. Kini, Ravi kembali menghadiahkan Indonesia dengan gelar juara AFF U-19. Kiper Ravi Murdianto dianggap sebagai pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Vietnam lewat drama adu penalti pada final Piala AFF U-19 2013, Minggu 22 September 2013. Siapakah sebenarnya sosok Ravi? Ravi pantas menjadi Man of the Match pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Ketika pertahanan Timnas U-19 kesulitan menahan serangan Vietnam, dia berhasil mementahkan semua peluang emas tim lawan. Saat drama adu penalti, Ravi berhasil menggagalkan penendang kesembilan Vietnam yang dilakukan Nguyen Phong. Indonesia akhirnya memastikan gelar juara Piala AFF U-19 untuk kali pertama berkat tendangan penalti Ilham Udin Armain. Ravi memulai karier sepakbolanya bersama sekolah sepakbola (SSB) Putra Bersemi Grobogan, dan kemudian pindah ke SSB Tugu Muda Semarang. 

Permainan apiknya membuat Ravi mendapat kesempatan masuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau yang dikenal Diklat Salatiga. Usai ditarik untuk bergabung dengan Diklat Ragunan, Ravi kemudian direkrut klub Divisi I Liga Indonesia, Perserang Serang. Kiper yang memiliki tinggi badan 183cm itu kemudian dipercaya pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat Timnas U-17 dan Timnas U-18. Bersama Timnas U-17, Ravi mampu mempersembahkan gelar turnamen HKFA di Hong Kong pada 2012. Pada Februari 2013, Ravi kembali meraih gelar di turnamen yang sama, kali ini bersama Timnas U-18.

Ravi akhirnya berhasil meraih gelar yang lebih bergengsi bersama Timnas U-19. Kiper kelahiran Grobogan itu mempersembahkan gelar Piala AFF U-19. Ini adalah trofi pertama Indonesia sejak Piala AFF U-19 digelar pada 2002.
[Baca Selengkapnya...]

Biografi dan Biodata Muchlis Hadi ning Syaifullah Striker Timnas U 19


Biografi dan Biodata Muchlis Hadi ning Syaifullah Striker Timnas U 19. Muchlis hadi Ning Syaifullah adalah pemuda dari keluarga sederhana. Terlihat di televisi ketika muchlis pulang kampung, rumah muchlis hadi ning syaifullah tampah tidak mewah dan sederhana. namun Keterbatasan finansial tidak menghalangi niat Muchlis Hadi Ning Syaifullah untuk berprestasi di level internasional. Mengawali karir sebagai pesepakbola dengan seadanya, Muchlis pun kini menjadi pilar tim nasional Indonesia U-19 yang lolos ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar.

Semasa kecilnya, Muchlis harus rela dilatih oleh orang tua sendiri lantaran tidak mampu membayar biaya masuk mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB). Keterbatasan dana membuat Muchlis kecil sehari-hari hanya berlatih di bawah pengawasan sang ayah, Samsul Hadi.

�Biaya masuk SSB memang mahal saat itu untuk ukuran kami, Sehingga tidak semua bisa masuk SSB bagus, termasuk anak saya. Tidak seperti rekan-rekannya yang lebih mampu, yang bisa berlatih di SSB berkualitas yang ada di Surabaya maupun Malang,� buka Samsul kepada Goal Indonesia.

Namun niatan kuat anak pertama dari dua bersaudara buah pasangan Samsul dan Sulifah ini menemui hasil positif kala dipanggil masuk timnas U-19 di bawah kendali pelatih Indra Sjafri. Bahkan, pemain kelahiran 26 Oktober 1996 itu menjadi salah satu pilar utama skuat Garuda Jaya kala menjuarai Piala AFF 2013, dan meloloskan tim ke Myanmar.

�Sejak SD [Sekolah Dasar] saya sudah melihat anak saya memang punya talenta bermain sepakbola. Saya yakin saat itu, anak saya bakal menjadi pemain bagus. Karena tak mampu di SSB Surabaya atau Malang, saya didik sendiri di kampung," ceritanya.

Samsul sendiri bukan asal-asalan dalam melatih Muchlis kecil, karena ia sebelumnya adalah mantan stopper tim Assyabab Surabaya, satu angkatan dengan Mustaqim dan Putut Wijanarko. Berbekal ilmu sebagai pemain bola inilah, Samsul lantas menempa Muchlis cara menggocek, menendang, menyundul, serta mengontrol bola.

Namun menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama, Samsul sadar Muchlis memang butuh masuk SSB untuk meningkatkan pengalamannya. Namun lagi-lagi Samsul menemui kendala dalam mendukung kiprah Muchlis, lantaran pada saat itu ia tidak bisa membelikan sang anak sepatu berkualitas.



�Sore ia latihan di SSB Sinar Mas. Sebelum latihan ke SSB, dia latihan fisik dulu di rumah. Tapi saat itu ia bermain bola dengan sepatu seadanya. Sebab dulu harga sepatu [berkualitas] sangat mahal. Tapi Muchlis tak malu memakai sepatu buatan keluarga sendiri, dia pun tak pernah berhenti berlatih,� beber Samsul.

Selepas sebagai pemain, Samsul memang menekuni bisnis berjualan sepatu usaha sendiri bersama warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang ia pasarkan dari kampung ke kampung. Tapi sifat telaten, dan mau bekerja keras yang akhirnya membuat pemilik nomor punggung 10 tersebut menapaki jalan menuju kesuksesan.

Memasuki usia di bawah 13 tahun, ia terpilih masuk dalam seleksi Pengcab PSSI Mojokerto yang lantas berlanjut ke tingkat Provinsi, hingga menjuarai Piala Yamaha U-13 di Vietnam. Selepas itu, Muchlis kemudian bergabung di Persebaya U-14, kemudian pindah ke klub Domhil Malang untuk U-15.

Talenta Muchlis akhirnya terpantau Pengcab PSSI Malang, yang kemudian memberikan rekomendasi kepadanya untuk bergabung dengan klub Banteng Muda di U-16. Setelah itu, ia memutuskan hijrah ke Pasuruan bergabung dengan Persekap sampai saat ini.

�Program Nasional saat mencari bibit-bibit muda membuat Muchlis terpilih untuk mengikuti seleksi, dan akhirnya masuk menjadi bagian pemain yang dibawa ke Hongkong U-17, yang saat itu sukses menjadi juara. Selesai di sana, ia kemudian ditawari untuk mengikuti seleksi untuk timnas U-19,� kenang Samsul.

�Makanya, nama panjang Muchlis saya tambahkan Ning Syaifullah. Sebab Ning Syaifullah itu, mantan pemain terkenal Petrokimia Gresik yang hebat,� tutupnya.

Ning Syaifullah merupakan salah satu penyerang trengginas yang dimiliki tim Petrokimia Gresik di era Galatama, dan awal Liga Indonesia dibentuk. Ia menjadi salah satu bagian dari trio maut Petrokimia kala itu, bersama dengan Widodo Cahyono Putro dan Jacksen F Tiago. (gk-43)
[Baca Selengkapnya...]

Biografi dan Biodata Evan Dimas Darmono Sang Kapten U 19 Timnas Indonesia

Kapten Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono (kanan, berlutut) bersama rekan-rekannya merayakan golnya ke gawang Korea Selatan dalam babak peyisihan Grup G Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013). Hingga akhir babak pertama kedudukan imbang dengan skor 1-1. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Evan Dimas Drmono (lahir di Surabaya, 13 Maret 1995; umur 18 tahun) adalah pemain sepak bola berkebangsaan Indonesia yang bermain pada posisiGelandang. Saat ini ia bergabung dengan klub Persebaya 1927 tapi karena statusnya masih sebagai pemain amatir, ia belum bisa memperkuat klubnya sebelum PSSI mengubah statusnya menjadi pemain profesional.[2] Evan Dimas juga sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjuaraiKejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 dengan mengalahkan Vietnam di partai puncak.


Evan Dimas adalah seorang putra Surabaya yang lahir dari pasangan Condro Permono dan Ana. Tahun 2012 lalu, ia terpilih masuk ke dalam skuat sepak bola Jawa Timur yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional XVIII di Pekanbaru. Di level tim nasional, ia sudah memulai karirnya di tingkat U-17 sekaligus menyandang ban kapten, sebelumnya ia juga telah mengantarkan Garuda Muda menjuarai turnamen HKFA International Youth Invitation di Hongkong pada tahun 2012. Ia juga merupakan wakil Indonesia dalam ajang pencarian bakat bertajuk �The Chance� dan menjadi satu dari 100 anak yang beruntung bisa dilatih oleh mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola.

di tahun 2013, dia mengantarkan Team garuda menjadi Juara AFF u-19



Pelatih tim nasional (timnas) U-23, Rahmad Darmawan beberapa waktu lalu mengungkapkan ada tiga pemain timnas U-19 yang dibidiknya untuk SEA Games 2013 di Myanmar. Mereka adalah kapten tim Evan Dimas Darmono, Hansamu Yama Pratama, dan Ilham Udin Armain.

Pertanyaan muncul sekarang apakah seorang Evan Dimas pantas mengisi lini tengah timnas U-23 nanti?

Pertanyaan itu pernah dijawab oleh sang pelatih timnas U-19, Indra Sjafri. Pria asal Minang itu mengatakan, Evan hanya hebat di kelompok umurnya dan jika harus meloncat ke umur yang lebih tinggi, dia akan sulit berkembang.

"Evan pemain yang hebat di kelompok umurnya, jika bermain di kelompok umur yang lebih tinggi dia akan sulit berkembang," ujar Indra pada media beberapa waktu lalu.

Dalam laga pembuka timnas U-19 di penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (8/10/2013) malam, Evan membuktikan kelasnya.

Evan Dimas yang bermain sebagai kapten sejak menit awal menampilkan permainan boleh dibilang sangat baik menjaga kedalaman lini tengah. Dia berhasil menjadi jangkar permainan timnas, bermain apik di babak pertama tapi Evan justru ternoda di babak kedua.

Pemain asal Persebaya Surabaya 1927 harus mendapatkan kartu kuning dari wasit di babak kedua. Tapi secara keseluruhan permainan, anak muda asal Surabaya itu cukup baik. Dalam pertandingan itu, dia mencetak dua assist dan satu gol.

Satu umpan manisnya lewat eksekusi tendangan bebas di babak pertama menit ke-10, berhasil ditanduk oleh Muchlis Hadi. Satu gol itu pun membuat Indonesia unggul di babak pertama. Belum lagi, operan Evan selalu berhasil mencapai 80% kepada rekan-rekannya.

Pada babak kedua, sebuah assist manisnya pada Muchlis berhasil membuat Indonesia unggul 2-0 atas Laos pada menit 51. Tak hanya ingin menjadi pemain yang memberi umpan. Evan Dimas mampu mengubah skor menjadi 4-0. Setelah lolos dari jebakan offside, Evan Dimas langsung menggiring bola dan akhirnya melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang.

Evan juga merupakan salah satu faktor penting kesuksesan Garuda Muda meraih mahkota juara Piala AFF U-19 2013, September lalu di Jawa Timur.

Selain menjadi kreator permainan, Evan juga menyumbang lima gol yang membawanya berada di posisi ke-2 pencetak gol terbanyak Piala AFF U-19 2013, di bawah pemain Vietnam, Nguyen Van Toan (6 gol).

Jadi pertanyaan sekarang, layakkah pemuda berusia 18 tahun itu main di timnas U-23. Hanya jawaban dan kematangan Evan sebagai kapten timnas U-19 yang akan membuktikan.

Apalagi ketika timnas U-23 berlaga di kompetisi Islamic Solidarity Games di Palembang beberapa waktu lalu. Timnas seolah tak punya playmaker atau kreator yang memulai serangan di lini tengah. Jadi, Evan Dimas sepertinya pantas diberikan kesempatan. Toh, banyak contoh di luar dimana pemain muda main di senior.


Popularitas gelandang sekaligus kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas, ternyata tidak sebatas di dalam negeri. Ketenaran Evan Dimas bahkan sampai ke Negeri Matador Spanyol. Buktinya, sosok Evan Dimas muncul di situs resmi klub raksasa Spanyol, Barcelona.

Sebuah artikel berjudul, Evan Dimas: Kapten Timnas U-19 Indonesia Berhati Blaugrana, muncul di situs resmi Barcelona edisi bahasa Indonesia. Pada artikel tersebut, tertulis Evan Dimas kapten tim nasional yang mempunyai hati Blaugrana. Foto Evan Dimas sewaktu diBarcelona juga dipajang di artikel tersebut.

�Evan Dimas, kapten tim nasional sepak bola U-19 yang mengantarkan Indonesia menjadi juara di AFF Cup U-19 adalah fans Bar�a dan melihat FC Barcelona sebagai cerminan dalam permainan sepak bolanya,� bunyi tulisan tersebut seperti dikutip Tribunnews.com.

Evan Dimas pernah mendapat kesempatan menimba ilmu sepak bola di Barcelona. Tahun lalu Evan Dimas mengungguli lebih dari 100 anak Indonesia dalam program yang diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olah raga asal Amerika Serikat bernama The Chance.

Kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu, Evan Dimas menuturkan pada saat itu dirinya sempat bermain bersama sejumlah pemain tim utama Barcelona, salah satunya adalah Andres Iniesta yang memang pemain pujaannya.

�Wah, ini mimpi atau bukan? Biasanya saya melihat di televisi. Saya seperti bermimpi bisa bersalaman dengan dia, saya tidak menyangka,� ungkap Evan ketika itu.
[Baca Selengkapnya...]

Foto Cantik dan Profil Diana Leovita Istri Ruhut Sitompul

Nama Diana Leovita belakangan ini jadi topik hangat nasional pasca laporan istri ruhut Sitompul, Anna Rudhiantiana Legawati atas tudingan memalsukan jati diri ketika menikah lagi di Kota Manado.

Dari akta perkawinan Ruhut Sitompul dan Diana Leovita di Dinas Catatan Sipil Manado, terpapar jati diri Diana.

Diana Leovita seorang wanita muda, ketika menikah dengan Ruhut, tercatat wanita kelahiran Jakarta ini berusia 26 Tahun.

Diana lahir tanggal 30 Juli 1981. Ia lahir dari pernikahan pasangan Zulkarnaen Adhar dan Tuti Irianti. Kedua orang tua Diana tercatat sebagai warga Tebet Timur III/15 Kelurahan Tebet, Provinsi DKI Jakarta.

Diana sebelumnya tercatat pernah menikah dengan pria bernama Tanyahing. Dalam akta terpapar Diana merupakan warga Kelurahan Pakowa lingkungan II Kecamatan Wanea, Manado.




Adapun, perkawinan Ruhut dan Diana di langsungkan di Gereja Sidang Jemaat Allah Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea, Manado - Sulawesi Utara. Pendeta yang memberkati yakni pendeta Daud Ngamon, kabar terakhir pendeta Daud dari Gereja Kalvari Misi bertugas di Halmahera.
[Baca Selengkapnya...]

Foto dan profil chua bassis cantik grup band kotak

chua bassis kotak yang cute
Ada yang tau nama basis grup band kotak? Soalnya td gw agak terpana melihat penampilan dan kecantikan basis cewek ini waktu konser energi kotak di trans 7.

Cewek cantik yang satu ini mungkin semua udah pada tau kan? buat yang belom tau, aku kasih tau nie, hehehe... sok tau ya, haha... dia adalah bassist barunya Kotak band pengganti "Icez", karena Icez sekarang udah keluar dari kotak dan bergabung sama "The Rock".

Tau nggak nie cewek namanya sapa? namanya lengkapnya "Swasti Sabdastantri", biasa di panggil "Chua". Sebelum bergabung sama Kotak, Chua juga pernah satu band sama Mitha �The Rock� loh. nama bandnya adalah V-Mail, yang personilnya terdiri dari cewek semua, keren kan?

Style merah hitam yang sering dia pake bikin dia tambah cantik dan imut, kalau nggak percaya lihat aja sendiri fotonya hehe.. padahal aku sendiri nggak percaya, wkwkwkw.. ditambah lagi, senar bass yang berwarna pink, yang sering dia pake saat mangggung, pasti bikin orang-orang tambah terpana, hehehe... aneh juga ya, baru kali ini aku lihat bassist yang pake senar pink. udah ah ngomongin Chuanya, nanti dia malah Ge~Er kalau tau disini dia dipuji-puji, cekaka...

.




























Namanya Swasti Sabdastantri atau biasa dipanggil Chua. Cabikan bassnya maut euy!!! Chua adalah personel baru di Kotak. Sebelumnya bassist band itu adalah Prinzes 'Icez' Amanda yang sekarang gabung sama The Rock
[Baca Selengkapnya...]

Profil Biografi KH abdullah Gymnastiar

BIOGRAFI

abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan nama Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku dan penerbit, pengusaha dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid yang terletak di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Cara dakwahnya yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis membuat Aa Gym dikenal.

Namun, kepopulerannya dan bisnisnya mengalami penurunan ketika Aa Gym yang telah menikah dengan Hj Ninih Muthmainnah atau dikenal juga dengan sebutan Teh Ninih, sejak tahun 1988 dan telah dikaruniai tujuh anak melakukan poligami dengan menikahi Alfarini Eridani atau dikenal juga dengan sebutan Teh Rini pada bulan Desember 2006.

Usaha Aa Gym diantaranya :
Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid (DT) (1990)
Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT (1994)
Mendirikan penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya di kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT)
Mendirikan Radio Ummat (1999)
Mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna (1999)

Karier
Pengisi Acara Hikmah Fajar di RCTI (2000)
Program Manajemen Qolbu (2001)
Membawakan program bertemakan politik berjudul Ada Aa Gym di RCTI berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu (2004)
[Baca Selengkapnya...]
 
Copyright © 2009. Berita Joss