Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Menurut Tila Tequila : Paul Walker Tewas Dibunuh ILLUMINATI

Artis seksi Tila Tequila memberikan pernyataan yang mengejutkan tentang kematian Paul Walker melalui blog pribadinya. Tila menyebutkan jika kecelakaan maut yang dialami Paul Walker bukanlah sebuah kecelakaan melainkan pembunuhan dengan dalih pengorbanan 'ritualistic murder' atau yang lebih dikenal dengan sebutan Illuminati. 

Masih belum diketahui apa alasan Tila menulis pernyataan mengejutkan ini. Namun, dirinya mengklaim mengetahui kejadian sebenarnya sampai pada akhirnya Paul dinyatakan meninggal. Model Amerika kelahiran Singapura ini juga membandingkan kematian seorang wanita bernama Elisa Lam dengan Paul Walker.

"Aku sudah mengetahuinya sejak pertama kali aku melihat videonya, aku terus menutup mulutku karena ada banyak pertimbangan mengenai hal itu. Aku tidak ingin menarik banyak perhatian, tapi aku benar-benar tahu mengapa mereka melakukannya dan ya kejadian itu memang sebuah tumbal, seperti kasus Paul Walker," tulis wanita bernama asli Tila Nguyen ini di blognya, seperti yang dikutip dari NationalPost.

Pernyataan ini menimbulkan sejumlah konspirasi, banyak orang resah dengan pernyataan wanita ini. Sebelumnya, Tila pernah membuat heboh dengan pernyataannya tentang Adolf Hitler. Dirinya mengungkapkan jika Hitler sebenarnya memperjuangkan kehidupan rakyat jelata, namun sebagai 'monster' setelah kematiannya.
[Baca Selengkapnya...]

Inilah Foto Penampakan Iblis Wanita di Lokasi Kecelakaan Bintaro

iblis wanita bintaro
Kecelakaan maut Bintaro kereta commuter line menabrak tangki gas pertamina LPG, Senin (9/12/2013). Kini, sebuah foto dari lokasi kejadian membuat heboh dunia maya. Beberapa orang mengaku melihat penampakan di tengah kobaran api besar yang terjadi akibat kecelakaan ini. Penampakan aneh tersebut dianggap mirip dengan sosok setan atau iblis wanita. [Lihat: Video Kecelakaan Maut Bintaro: Kereta Tabrak Truk Tangki LPG] Bagaimana pendapat kalian dengan foto ini?
[Baca Selengkapnya...]

Kisah Mistis Hantu Budeg dan Hantu item di perlintasan KA Bintaro

Jalur rel di kawasan Bintaro menyimpan banyak kisah mistis. Salah satunya adalah cerita tentang dua mahluk halus yang dipercaya sebagai penunggu rel di lintasan Bintaro. "Kami menyebutnya si Budeg dan si Item," kata Fatahilah, 28 tahun, warga RT 08 RW 09, Bintaro, Jakarta Selatan, 10 Desember 2013.

Tempat tinggal Fatahilah tidak jauh dengan lokasi tabrakan kereta pada 19 Oktober 1987. Menurut dia, kehadiran dua makhluk halus itu sering dikait-kaitkan dengan kecelakaan yang terjadi di lintasan kereta. "Paling sering orang menyeberang rel ketabrak kereta karena mendadak tuli dan tidak bisa melihat," ujarnya.

Warga percaya orang yang dirasuki "penunggu" rel tidak bisa mendengar atau melihat kereta yang melaju kencang. "Meski ada yang berteriak memperingatkan, pasti dia tidak dengar," kata Fatahilah.

Uniknya, kata Fatahilah, kecelakaan yang memakan korban jiwa itu terjadi pada awal tahun atau akhir tahun. Misalnya saja pada awal 2013 lalu. Seorang pria baru datang dari Jawa Tengah dan akan berkunjung ke rumah saudaranya di Bintaro. "Saat menyeberang rel dia ditabrak kereta," ujarnya. "Padahal, warga juga sudah berteriak memperingatkannya, tapi orang itu tidak mendengar."

Karena seringnya ruas rel di Bintaro ini memakan korban jiwa, warga setempat sampai punya kebiasaan mengadakan pengajian. Pengajian itu pun rutin digelar setiap tanggal 19 Oktober. Dalam pengajian itu warga memotong dan mengubur kepala domba di dekat lokasi kecelakaan.
[Baca Selengkapnya...]

Daftar Kecelakaan Maut yang Pernah terjadi di Lintasan Kereta Bintaro

1. 19 Oktober 1987
Tragedi Bintaro adalah peristiwa tabrakan hebat dua buah kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, pada tanggal 19 Oktober 1987 yang merupakan kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Peristiwa ini juga menyita perhatian publik dunia. Sebuah kereta api yang berangkat dari Rangkasbitung, bertabrakan dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Tanah Abang. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu musibah paling buruk dalam sejarah transportasi di Indonesia. Penyelidikan setelah kejadian menunjukkan adanya kelalaian petugas Stasiun Sudimara yang memberikan sinyal aman bagi kereta api dari arah Rangkasbitung, padahal tidak ada pernyataan aman dari Stasiun Kebayoran. Hal ini dilakukan karena penuhnya jalur di stasiun Sudimara.

2. 7 Jan 2006
Siapa bisa membaca Rahasia Allah? Lima menit setelah pasangan suami-istri, H.Praptardjo Adhi Paryono (50) dan Hj. Ariati Kusuma (51) mengantar adik Ariati, Ariana Kusuma, ke rumahnya di kawasan Bintaro Permai, pulangnya mereka sudah dipanggil Allah. Mereka tewas setelah kereta api (KA) jurusan Rangkas Bitung - Kota, menerjang mobil Kijang yang mereka tumpangi di pintu lintasan kereta api.

Selain pasangan suami istri ini, kecelakaan itu juga menewaskan sopir pribadi mereka, Suradji. Kejadian mengenaskan ini terjadi Minggu (31/10) sekitar pukul 15.00. "Saya baru saja diantar pulang oleh keluarga Mas Adhi. Saya baru akan masak untuk buka puasa, ketika telepon rumah berdering. Ternyata telepon dari kakak saya yang lain. Dia menanyakan, apa betul Pak Suradji tertabrak kereta di pintu lintasan?" ujar Ariana.

3. Februari 2013
Mobil Toyota Avanza warna putih B 1707 TQY yang dikendarai oleh Iwan (30) dan penumpang H Rahmad (52) serta sepeda motor Honda Beat B 6678 FKJ yang dibawa Rian ditabrak Kereta Api Patas Merak jurusan Tanah Abang di Perlintasan KA Pasar Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (11/2) pagi. Akibat tabrakan, mobil mini bus itu ringsek tapi beruntung nyawa Iwan dan Rahmad masih bisa selamat walaupun dalam kondisi kritis.

4. 9 desember 2013
Kini Senin, (12/9) pukul 11.30 WIB, sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Bintaro. Sebuah KRL tabrakan dengan truk tangki pengangkut BBM. Diduga sopir truk menerobos perlintasan KRL saat kereta sedang melaju di Pondok Ranji.

Truk tangki hangus terbakar. Sementara gerbong depan KRL terbalik dan terbakar. Tujuh orang tewas sementara sedikitnya 60 penumpang terluka.

Lokasi kecelakaan tak begitu jauh dari lokasi tragedi Bintaro. Dua kecelakaan maut yang sama-sama terjadi di hari Senin.

kisah hantu bintaro


Glundung pringis di lintasan kereta api Bintaro, Jakarta

Sejumlah kecelakaan yang merenggut ratusan bahkan ribuan jiwa di lintasan kereta api Bintaro menyebebkan daerah ini terkenal keangkerannya. Kabarnya, pada malam-malam tertentu terlihat potongan kepala manusia (glundung pringis)menggelinding dengan sendirinya. Atau hantu perempuan yang mengenakan jubah putih dengan mata merah menyala. Suaranya bagai ringkikan kuda. Menyeramkan!

Lintasan kereta api Bintaro terletak di depan sebuah Sekolah Dasar. Jaraknya kira-kira hanya 500 meter dari Balai Rakyat. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat lintasan ini, keangkeran daerah tersebut sudah dirasakan sejak tahun 1970. Kala itu, sejumlah kecelakaan yang merenggut nyawa manusia mulai terjadi.

Keangkeran kawasan ini lebih menakutkan lagi manakala terjadi kecelakaan kereta api yang maha hebat dan menelan banyak korban. Peristiwa yang disebut dengan Tragedi Bintaro dan terjadi pada bulan Oktober 1987 semakin mengukuhkan kewingitan daerah ini. Kabarnya, sejak itu, sejumlah hantu dan arwah penasaran semakin berani menampakkan diri.

Mereka bukan hanya mengganggu masyarakat sekitarnya, tetapi juga para pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Maka, tak ayal lagi bila di daerah ini masih sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Konon, kemunculan setan itu terjadi antara maghrib sampai tengah malam. Atau malam-malam tertentu setelah terjadi sebuah kecelakaan.

Wujud hantu itupun bisa bermacam-macam. Ada warga yang mengaku melihat potongan kepala (glundung pringis) menggelending dengan sendirinya. Namun, ada pula warga yang melihat hantu perempuan dengan sorot mata nanar dan suara menakutkan.

Namun kebanyakan warga mengaku, mereka sering mendengar atau melihat suara orang yang merintih kesakitan. Bajunya compang-camping dengan darah dan luka yang memenuhi seluruh tubuhnya. "Mereka menampakkan dirinya secara bergerombol menuju ke lokasi Tragedi Bintaro, lalu menghilang," ujar seorang warga sembari menunjukkan rasa ketakutan.

Kebanyakan orang percaya bahwa sejumlah kecelakaan yang memakan korban nyawa menyebabkan munculnya arwah gentayangan. Yang menjadi ketakutan warga, bila arwah tersebut mengganggu para pengguna jalan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pengemudi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan baru. Tentu, kecelakaan seperti ini akan meningkatkan keangkeran wilayah tersebut.

Padahal, keangkeran lintasan ini sudah tak diragukan lagi. Sejumlah orang mengaku tidak berani melewati daerah ini bila malam telah menjemputnya. Mereka memilih jalan alternatif agar perjalanannya tak terganggu.
[Baca Selengkapnya...]

Kisah Seram dan Cerita Hantu di Perlintasan Kereta Api Bintaro

Lintasan Rel Kereta Api, Bintaro Bermacam-macam sosok mahluk menyeramkan menurit mitos sering terlihat disekitar lintasan rel kereta api bintaro. Mungkin sosok-sosok itulah yang dahulu ikut mati tatkala terjadi tabrakan kereta api maut tahun 1987 yang menewaskan ratusan orang yang ada dalam kereta api tersebut ditambah kecelakaan hari ini yang lokasinya tidak jauh dari tragedi bintaro 1 yang berjarak sekitar 500 m. Sosok hantu itu ada yang terdengar sedang menangis, menjerit. Ada juga sosok manusia yang sedang berbalut sarung hitam. Aneh menurut cerita orang, sekalipun kereta sudah beberapa kali melewatinya tapi sosok tersebut seakan tidak mau pergi. Ada juga orang yang melihat sosok perempuan seperti orang Belanda dan sosok kuntilanak sedang berjalan melintasi rel kereta api tersebut.

Tragedi Bintaro, siapa yang tidak tahu mengenai tragedi paling memilukan dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Walaupun kejadiannya sudah cukup lama berlalu, namun gambaran tentang kecelakaan kereta api yang bahkan telah menyita perhatian publik dunia ini masih terus membekas didalam hati rakyat Indonesia.




Dalam postingan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan bagaimana tragedi Bintaro yang merupakan kecelakaan terburuk sepanjang masa terjadi, walaupun sudah banyak dibahas di blog - blog lainnya.
WARNING : Dalam artikel ini terdapat gambar yang tidak enak untuk dilihat, jadi saya harap anda sudah mempertimbangkannnya dahulu sebelum melanjutkan.






Peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987. Saat itu, KA 225 Jurusan Rangkasbitung - Jakarta yang dipimpin oleh masinis Slamet Suradio, asistennya Soleh, dan seorang kondektur, Syafei berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara. Kereta yang ditarik oleh lokomotif BB30317 dalam keadaaan sarat penumpang, yaitu sekitar 700 penumpang didalamnya. KA 225 tersebut bersilang dengan KA 220 Patas jurusan Tanah Abang - Merak yang dipimpin oleh masinis Amung Sunarya dengan asistennya Mujiono. Kereta yang ditarik oleh lokomotif BB30617 ini bermuatan kurang lebih 500 penumpang, dan berada di jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.






Di Stasiun Sudimara sendiri, terdapat 3 jalur yang saat itu sedang penuh dengan KA. Mengetahui hal tersebut, Djamhari selaku kepala PPKA ( Pengatur Perjalanan Kereta Api ) Stasiun Sudimara menghubungi Stasiun Kebayoran Lama untuk melakukan persilangan jalur di Stasiun Kebayoran Lama, namun Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama, Umriyadi / Umrihadi menolaknya dan tetap meminta persilangan dilakukan di Stasiun Sudimara.


Mau tak mau, Djamhari kemudian mengosongkan jalur 2 untuk menampung KA 220 Patas yang telah berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama setelah mendapat izin dari Kepala PPKA dengan memindahkan KA 225 ke jalur 1. Djambhari kemudian memerintahkan Juru Langsir untuk memberi tahu masinis jika KA 225 hendak dipindah ke jalur 1. Juru Langsir kemudian memberi peringatan kepada masinis dan penumpang dengan mengibaskan Bendera Merah dan meniup peluit Semboyan 46 ( tanda kepada masinis dan penumpang jika kereta akan dilangsir )tanpa membatalkan perintah persilangan yang terlanjur diberikan kepada masinis KA 225.


Masinis KA 225 mendengar bunyi peluit Juru Langsir, namun ia tidak dapat memastikan apakah itu bunyi semboyan 46 atau semboyan 40 ( tanda ketika petugas peron memberi sinyal hijau kepada kondektur KA, artinya jalur telah aman untuk dilalui ). Karena kondisi kereta yang penuh sesak, masinis pun menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar lokomotif, dan orang tersebut menjawab jika sudah waktunya kereta berangkat tanpa memastikan kembali. Maka semboyan 41 ( tanda yang dibunyikan oleh kondektur sebagai respon atas dimengertinya semboyan 40 ), disusul kemudian dibunyikannyasemboyan 35 ( masinis membuyikan klakson sebagai tanda kereta akan berangkat ). Sang Masinis tidak tahu jika semboyan 40 belum diberikan olah Kepala PPKA, dan ia memberangkatkan kereta hanya karena jawaban seseorang yang mengatakan jika kereta telah siap untuk berangkat.


Pada pukul 07.00 WIB, KA 225 berangkat tanpa ijin dari Kepala PPKA. Para petugas di Stasiun Sudimara dan Kepala PPKA langsung panik saat mengetahui KA 225 telah berangkat tanpa ijin, apalagi setelah Djamhari dihubungi oleh Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama jika KA 220 Patas juga telah berangkat menuju Sudimara. Juru Langsir kemudian langsung mengejar KA 225 dan berhasil naik gerbong paling belakang,namun sayangnya ia tidak dapat memberi tahu sang masinis, beberapa petugas lain mengejar dengan motor. Djamhari pun mengibaskan Bendera Merah dan menaikturunkan Sinyal Palang KA sebagai peringatan kepada Masinis KA 225, namun anehnya tidak satupun yang terlihat oleh sang Masinis.


Di saat yang genting tersebut, Djamhari kemudian berlari mengejar KA 225 dan berteriak " Tolong...Pasti Tabrakan...Tolong...Pasti Tabrakan!!! ", namun karena kereta telah berjalan lebih dari 50 km/h maka Djamhari sudah tidak dapat mengejarnya lagi. Kemudian, Djamhari kembali ke Stasiun Sudimara dan menghubungi Stasiun Kebayoran Lama agar KA 220 Patas segera dihentikan di Palang Pintu Pondokbetung.


Sang PPKA kemudian mencoba usaha terakhirnya untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan membuyikan Semboyan Bahaya ke Bel Genta perlintasan. Namun bencana seperti sudah ditakdirkan, petugas Palang Pintu Pondokbetung tidak hafal semboyan bahaya tersebut dan menganggapnya sebagai percobaan saja. Sudah dapat ditebak, akibatnya sangat fatal karena KA 220 Patas melaju lurus dengan kecepatan cukup tinggi melewati Palang Pintu Pondokbetung.


Akhirnya, KA 225 yang telah meninggalkan Stasiun Sudimara sejauh 8 km dan berjalan dengan kecepatan kurang lebih 45 km/h bertemu dengan KA 220 Patas yang berjalan dengan kecepatan 25 km/h di Lengkungan S ( dekat tikungan melengkung Bintaro ). Kedua masinis kereta yang sama - sama sarat penumpang tersebut tak ayal kaget bukan kepalang ketika dua kereta tersebut saling bertemu. Masinis Slamet Suradio berusaha mengerem KA, namun dengan muatan penuh seperti itu, kereta membutuhkan jarak sekitar 500 meter untuk berhenti.






Pada pukul 07.10 WIB, suara benturan yang sangat keras terdengar ketika kedua kereta api saling bertabrakan. Karena muatan yang penuh dan massa kedua lokomotif yang besar, mengakibatkan kedua lokomotif seakan - akan tertelan gerbong, kemudian terguling. Masinis dan asisten KA 220 Patas selamat dengan luka ringan karena berjongkok di lantai lokomotif, sedangkan Masinis KA 225 dan asistennya terluka parah. Begitu mengerikannya tabrakan yang terjadi hingga para penumpang yang menjadi korban sulit untuk diidentifikasi lagi karena rusak. Hasil dari penyelidikan mengatakan jika korban paling banyak berasal dari gerbong terdepan dimana gerbong tersebut menabrak lokomotif hingga lokomotif menjepit gerbong. Beberapa saat kemudian, korban yang tewas seketika diperkirakan 72 orang ( ada yang mengatakan 156, 153, 116 orang ), 200 orang tewas setelah sekarat, dan 300 lebih luka - luka.






Tragedi Bintaro merupakan kecelakaan kereta api terbesar yang pernah terjadi Indonesia, celakanya lagi peristiwa itu terjadi akibat dari kelalaian manusia. Masinis yang tidak memastikan bunyi semboyan dengan benar, Kepala PPKA yang kurang berkomunikasi, hingga yang paling fatal, petugas Palang pintu yang tidak hafal semboyan Bel Genta adalah sebagian dari kunci utama penyebab tragedi berdarah ini terjadi. Masinis Slamet Suradio diganjar hukuman 5 tahun kurungan atas kelalaiannya, begitu juga dengan kondektur KA 225 yang harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan, dan Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama Umriyadi yang dipenjara selama 10 tahun.


Tragedi berdarah ini masih menyisakan duka yang sangat dalam bagi keluarga korban, bahkan telah beredar kabar bahwa lokasi kecelakaan kedua KA tersebut menjadi angker dan dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tempat terangker di Jakarta, setidaknya begitulah kisahnya.


Walaupun tragedi Bintaro merupakan musibah yang diakibatkan oleh kelalaian manusia, namun semua itu tinggal menjadi kenangan dan masa lalu yang kelam bagi Indonesia. Selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa ini dan pastinya akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam industri perkeretaapian Indonesia agar lebih baik lagi.
[Baca Selengkapnya...]

Ada Unsur Mistis Faktor Gaib dalam Tragedi Kecelakaan KA Bintaro

Dua kali kecelakan KA besar di daerah bintaro hingga banyak yang berspekulasi ada unsur mistis atau faktor gaib alias hantu bintaro yang menjadi penyebab utama kecalakaan maut ini.


Suasana di lokasi tabrakan antara KRL jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki pembawa bahan bakar di pelintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). Akibat kecelakaan tersebut korban meninggal dunia sementara 5 orang serta puluhan lainnya luka bakar dan ringan. (Tribunnews/Yudie Thirzano)

Masih ingat peristiwa mengerikan kecelakaan kereta di Bintaro pada 19 Oktober 1987 yang menewaskan 156 orang dan 300 orang terluka? Lokasi kecelakaan peristiwa yang kini dikenang sebagai Bintaro 1 itu ternyata tak jauh dari kecelakaan KRL Commuter Line pada Senin (9/12/2013) siang yang menewaskan sedikitnya enam orang dan 85 orang terluka.

Dua saksi mata pada peristiwa Bintaro I (Tahun 1987) dan Bintaro II (2013) mengungkapkan kesaksiannya kepada Tribunnews.com.

Adalah Pamuji (48), petugas penjaga pintu perlintasan kereta Pesangrahan, Bintaro atau lokasi persisnya kecelakaan kereta BintaroII.

Pamuji menyebut, peristiwa tragis kecelakaan dua kereta pada 26 tahun lalu di Bintaro, lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kecelakaan kereta pada Senin (9/12/2013) siang.

"Lokasi kejadian Bintaro tahun 1987 hanya sekitar 500 meter dari lokasi kejadian tadi siang,"ujar Pamuji kepada Tribunnews.com.

Pamuji yang mengawali karirnya di PT.Kereta Api Indonesia (KAI) sejak 1986 lalu itu juga merupakan saksi kasus tragedi Bintaro Tahun 1987. 26 tahun lalu ia merupakan salah satu petugas PT.KAI yang membantu pengevakuasian mayat-mayat korban tragedi Bintaro.

Dan kini Pamuji bertugas menjadi penjaga pintu perlintasan maut tersebut. Senin siang sebenarnya Pamuji sempat sempat berlari keluar pos penjagaannya saat menyaksikan truk tangki Pertamina "nyelonong" masuk ke perlintasan walaupun sirine penanda kereta lewat sudah dinyalakan. Ia makin panik ketika menyaksikan truk tangki bernomor Polisi B-9265-SEH berhenti di tengah jalur.

Ditemui di Polsek Metro Pesanggrahan, Senin (09/12/2013), Pamuji mengaku ia langsung berlari menghampiri truk itu sembari mengibar-ngibarkan bendera merah. Ia berharap truk itu mundur. Namun karena truk yang dikemudikan Chosimin (44) dan dikeneki Mudjiono (44) itu sudah masuk terlalu jauh ia pun meminta sang supir truk untuk terus melaju, ia arahkan bendera merah itu ke arah Tanah Kusir.

"Saya tidak tahu itu mesin mobil mati atau tidak, yang pasti mobil itu berhenti di tengah jalur. Lalu kereta datang," katanya.

Dengengan kecepatan sekitar 70 kilometer perjam ular besi yang sarat penumpang itu menghantam truk tersebut, hingga menyebabkan bahan bakar yang dibawa truk itu meledak dengan suara yang memekakan telinga.

KRL jurusan Serpong - Tanah Abang bernomor 1131 itu pun berhenti setelah menyeret truk itu sejauh sekitar sepuluh meter. Seperempat gerebong paling depan hangus terbakar. Gerbong itu dan gerbong di belakangnya pun rubuh ke arah kanan. Tragedi Bintaro pada tahun 1987 lalu yang menewaskan 156 orang pun seperti terulang.

Riki, (51), salah seorang penumpang di gerbong dua KRL 1131 juga merupakan saksi tragedi Bintaro. Riki mengatakan 26 tahun lalu ia tinggal di Pondok Betung, Tangerang Selatan, yang lokasinya tidak begitu jauh dari tabrakan dua kereta itu. Kini setelah 26 tahun berlalu di lokasi yang tidak jauh berbeda, ia dan istrinya Animissa (50) harus menjadi korban kecelakaan kereta.

Beruntung keduanya tidak mengalami luka. Riki sempat terjembab ke lantai saat tabrakan berlangsung, sedangkan istrinya masih berada di bangku. Keduanya bisa lolos dari kecelakaan maut itu tanpa luka sedikit pun.

Kaca terpecah secara misterius

Nengsih (50) salah satu korban selamat tabrakan KRL Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki BBM yang menerobos palang perlintasan kereta di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan bercerita detik-detik saat dirinya diselamatkan. Warga Ciputat itu dievakuasi ke SD Bintaro Komplek, dekat lokasi kejadian.

"Pada mau mecahin kaca enggak bisa. Terus ada yang mecahin dari luar. Kalau enggak dipecahin mati semua itu," ujar Nengsih saat ditemui di salah satu lokasi evakuasi di SD Bintaro Komplek, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013).

"Itu kereta udah miring. Banyak asep sama suara 'kretek-kretek' kayak api ngebakar gitu," sambungnya.

Nengsih mengatakan, orang-orang di dalam gerbong panik. Kondisi penumpang bergeletakan, sebagian sadar dan lainnya pingsan. Saat dirinya keluar dari gerbong melalui jendela yang kacanya dipecahkan, kakinya terkilir.

Tak berapa lama, Hermansyah, anak bungsau Nengsih datang menjemput. Dirinya mengaku melihat kabar kecelakaan itu dari televisi.

"Lihat dari TV. Ibu saya telepon terus mati. Ditelepon lagi suaranya perempuan terus mati. Ditelepon lagi suara laki-laki, katanya ibu saya di SD Bintaro, langsung saya buru-buru ke sini," kata warga Palmerah itu.

Hermansyah bersyukur ibunya tidak mengalami luka serius. Dirinya mengatakan, ibunya dalam perjalanan di KRL itu untuk berkunjung ke rumahnya di daerah Palmerah Barat.
[Baca Selengkapnya...]

Misteri Kutukan Gol Ramsey Penyebab Kecelakaan Paul Walker dan Tewas?


Kematian aktor "Fast and Furios" Paul Walker dalam kecelakaan mobil di California pada 30 November lalu mulai dikaitkan dengan misteri Kutukan Gol Aaron Ramsey. Pemain Arsenal Aaron Ramsey mencetak dua gol pada pertandingan melawan Cardiff City dan secara kebetulan Paul Walker meninggal di tanggal yang sama yaitu 30 November lalu. AP/Joel Ryan



Aaron Ramsey mencetak gol ke gawang Manchester United pada 1 Mei 2011, dan tidak lama kemudian Osama Bin Laden tewas ditembak Navy SEAL dalam penyerbuan pada tanggal 2 Mei 2011. AP Photo



eberapa hari setelah Ramsey cetak gol ke gawang Tottenham pada 2 Oktober 2011, pendiri Apple Steve Jobs meninggal karena kanker pankreas pada 5 Oktober. Biarpun kedua peristiwa ini terjadi tanpa kaitan langsung, publik mulai membuat lelucon tentang kutukan gol Ramsey yang membunuh sejumlah selebritas. REUTERS/Robert Gailbraith



Mitos kutukan ini semakin gencar setelah diktator Libya Muammar Gaddafi tewas oleh pasukan pemberontak pada 20 Oktober 2011, setelah Ramsey menjebol gawang Marseille sehari sebelumnya. REUTERS/Huseyin Dogan



Aaron Ramsey kembali mencetak gol ke gawang Sunderland pada 11 Februari 2012 lalu esok harinya Whitney Houston ditemukan tewas di kamar mandinya karena serangan jantung dan overdosis obat-obatan. REUTERS/Keith Bedford



itulah mitos kutukan goal aaron ramsey yang bikin kita percaya gak percaya. Siapakah selebriti berikutnya yang akan menjadi korban kutukan goal ramsey? semoga jangan terulang lagi
[Baca Selengkapnya...]

Kisah Misteri Hantu Sisca Pasca Pembunuhan Cewek Cantik Sisca Yofie


Pasca pembunahan atau terbunuhnya cewek cantik sisca yofie secara sadis dan mengenaskan, bnyak kejadian aneh misterius yg dialami oleh para saksi, sbb.
1. Salah satu saksi mata pembunuhan Sisca Yofie (34) adalah tukang gorengan yang berada di gang yang lokasinya tidak jauh dari lokasi korban ditemukan. Pasca kejadian itu, ia mengaku sempat mengalami perasaan aneh. Sekonyong-konyong ada bisikan.

"Waktu kejadian, kan baru buka puasa. Saya lagi minum sirup. Saya melihat ke jalan ada debu, ternyata ada motor yang penumpang belakangnya membawa seperti boneka yang ditarik," ujar Ibu Ade kepada detikcom di Jalan Cipedes Tengah, Kamis (15/8/2013).

Kemudian, ia mendapat kabar bahwa ada mayat merempuan yang tergeletak di dekat lapangan Abra. Ia pun gemetaran dan lari ke rumahnya.

"Ternyata mayat perempuan itu yang saya lihat ketika digusur. Saya lalu pulang ke rumah, nyusuin anak," terangnya.

Ia melanjutkan ceritanya, saat menyusui anaknya ia merasa badannya kesakitan dan tidak bisa bergerak. Ia tiba-tiba merasa ada yang berbisik.

"Dia bilang, ibu kenapa enggak nolongin saya. Saya bilang saya ga tau, saya kira boneka. Waktu saya tanya dia namanya siapa, dia langsung menangis," jelasnya.

Ia mengaku baru sadarkan diri saat suaminya datang. "Anak saya lapor ke suami saya kalau saya teriak-teriak. Saya lalu disadarkan oleh suami saya. Kata suami saya, saat itu saya sedang berteriak-teriak," ungkapnya.

2. Seorang saksi mata pembunuhan Sisca Yofie sempat was-was. Malam hari, ia menerima SMS. Si pengirim mengaku bernama Sisca dan meminta tolong.
"(SMS) Masuk pada Senin malam (12/8), jam 21.48," kata Reza (30) ketika ditemui di Jl Cipedes Tengah, Sukajadi, Bandung, Kamis (15/8/2013).

Si pengirim menggunakan nomor 08XX-323-1964. Ada 2 SMS. Salah satu isi SMS yakni, "Mas, tlng aku hp dan ATM aku dekat pot bunga. Priska masih mencari plaku yg sbnrnya? priska dingin, ntar hapenya buat emas aja, ATM ksh kan ma klrgku. terimakasih mah sisca dingin...tolong mas"

"Tidak tahu siapa yang ngirim," katanya.

Reza merupakan salah satu saksi mata kasus pembunuhan Sisca. Ia melihat sepeda motor berkelebat, Senin (5/8) lalu. Dalam hitungan menit orang berkerumunan di lokasi yang hanya berjarak 20 meter dari tempat ia berada. Saat itu, Sisca tertelungkup dengan tubuh bersimbah darah.

Polisi menetapkan 2 tersangka pembunuhan dalam kasus ini yaitu Wawan dan Ade. Dalam pemeriksaan sementara, pelaku berniat menjambret, bukan membunuh. Polisi juga memproses seorang perwira Polda Jabar karena memiliki hubungan gelap dengan Sisca.
[Baca Selengkapnya...]
 
Copyright © 2009. Berita Joss