Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan

Diet Fenomenal OCD alias Obsessive Corbuzier's Diet cara Dedy corbuzier

Sejak merilis panduan gaya hidup sehat bernama OCD alias Obsessive Corbuzier's Diet beberapa bulan lalu, nama mentalis Deddy Corbuzier kini jadi makin sering diperbincangkan.

Sebab setelah mencoba diet ini, banyak orang merasa apa yang dijanjikan Deddy, bahwa semua orang berhak dan dapat memiliki postur tubuh ideal terbukti. Hal ini terlihat dari komentar-komentar positif dari orang yang menerapkan OCD, berhasil, lalu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Deddy melalui Twitter sang magician.

Diet ini sendiri mudah digemari masyarakat, karena prinsip program dietnya yang tidak 'menyiksa'. Jika sebelumnya diet identik dengan sesuatu yang menyiksa (karena harus mengonsumsi menu yang itu-itu saja, dan cenderung tak enak dimakan) beda halnya dengan OCD, yang memperbolehkan Anda untuk makan dan minum apa saja.

Lalu, apa sih sebenarnya OCD itu? Ini adalah metode penurunan berat badan yang telah lama diterapkan oleh para biksu di China. Programnya sendiri adalah dengan cara menentukan 'jendela makan' dalam keseharian kita, dan sisanya harus diisi dengan berpuasa. Pilihan jendela waktu makan yang tersedia adalah 8 jam, 6 jam, dan 4 jam.

Jadi misalnya Anda memilih jendela makan 8 jam, itu artinya Anda baru boleh makan (apapun yang Anda mau dalam jumlah proporsional tentunya) antara jam 12 siang sampai jam 8 malam.

Sedangkan jika Anda memilih diet jendela 6 jam, maka Anda hanya boleh makan dari jam 12 siang sampai jam 6 sore, aturan sama juga berlaku untuk diet OCD 4 jam. Selebihnya, Anda dilarang melahap apapun (meski hanya buah) dan kondisi tubuh hanya dibantu dengan mengonsumsi air putih.

Mudah dan Menyenangkan

Karena programya relatif mudah dilakukan, gratis, dan tidak menyiksa, tak heran jika banyak orang kemudian berbodong-bondong melakukan OCD. Dan, hasilnya luar biasa!

Seorang wanita bernama Priskila Tan (via Twitter Deddy) mengaku, sukses mengikis lemak tubuhnya sebanyak 4 kg dalam waktu singkat, padahal ia memilih pola diet OCD terendah, yaitu jendela makan 8 jam.

Hal sama juga dirasakan Ferdian, 32 tahun, seorang Account Executive yang bekerja di Jakarta. Ia katakan pola diet OCD sangat membantu dirinya menggapai cita-cita memiliki bentuk tubuh proporsional.

"Ini diet yang luar biasa! Saya tetap bisa makan enak, melakukannya dengan cuma-cuma, dan hasil yang diraih signifikan," ujar pria dengan tinggi 170 cm itu kepada centroOne.com.

Ferdian mengaku menerapkan OCD sejak 2 bulan lalu, dan kini berat badannya tinggal 99 kg dari awalnya 108 kg.

"Itu pun saya kadang-kadang masih agak bandel, setelah jam 8 malam masih ngemil. Gimana kalau saya benar-benar konsisten? Pastinya efek yang didapat lebih baik," tambah pria penggemar motor besar ini.

Meski belum mencapai hasil maksimal, Ferdian bertekad akan terus menjalankan OCD, karena ia percaya, diet itu akan membantunya menjadi manusia yang lebih sehat. Dan, keinginan memiliki tubuh ideal bak peragawan kini bukan lagi sekedar impian.

Sebagai orang yang memperkenalkan OCD, Deddy Corbuzier merasa senang dapat berbagi pengetahuan yang ia tahu, dan hal itu ternyata membantu banyak orang.

"Jadi, sebenarya prinsip dasar OCD itu puasa. Selama ini orang lebih banyak berpuasa karena anjuran agama, itu bagus. Namun, kini saatnya mereka juga melakukan puasa demi kesehatan diri," terang mentalis plontos itu.

Deddy menyarankan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam tentang apa itu OCD, dapat mengunjungi website yang ia buat di readyforfit.com. Di sana Anda berkesempatan untuk mendapat e-book OCD secara gratis. Selamat mencoba...
[Baca Selengkapnya...]

Waktu Terbaik Minum Kopi adalah Pukul 10.30 Pagi

TEMPO.CO, Maryland--Kopi telah lama dianggap bisa berperan sebagai 'doping' yang mendongkrak semangat. Tak heran jika sebelum memulai aktivitas, banyak orang menyeruput kopi di pagi hari. Namun seorang peneliti menunjukan waktu yang tepat untuk minum kopi adalah pukul 10.30 pagi.

Steven Miller, neurosaintis dari Uniformed Services University of the Health Sciences, Maryland, menyarankan jika seseorang ingin mendapat efek maksimum dari kopi, lebih baik dia tidak menyeruputnya di awal pagi. Sebab, pengaruh kopi paling efektif terjadi jika dia diminum antara pukul 09.30-11.30, saat hormon kadar hormon kortisol sedang rendah.

Sebaliknya, orang yang menyeruput kopi saat kadar kortisol sedang tinggi--sekitar pukul 8.00-09.00--yang terjadi adalah pengaruh kopi pada tubuh jadi kurang efektif. Diketahui, antara kortisol dan kafein memang saling berinteraksi satu sama lain. Kortisol berperan dalam mengontrol jam tubuh dan menyebabkan orang merasa terjaga.

Kadar hormon kortisol seseorang biasanya tinggi setelah seseorang bangun tidur. Namun, kadar hormon ini mulai turun kira-kira satu jam sesudahnya. Karenanya tak aneh jika Steven menyarankan orang menyeruput kopi di saat hormon kortisol berada pada tingkat yang rendah. Menurut Steven, mengkonsumsi kopi di saat kortisol rendah bisa mendorong peningkatan produksi kortisol. Di saat itulah didapatkan manfaat terbaik kafein yang dikandung kopi.

Lebih lanjut, Steven mengatakan kadar kortisol mencapai puncaknya antara pukul 05.30-06.30 sore. Minum kopi di jam tersebut pun dinilai jadi kurang efektif. "Jika Anda minum kafein di saat konsentrasi kortisol dalam darah berada pada puncaknya, Anda mungkin seharusnya tak meminumnya," kata Steven seperti dilansir Daily Mail, Rabu, 6 November 2013.

Meskipun demikian, dia sepakat kadar kortisol pada setiap orang bisa berbeda waktu-waktunya. Ini berarti bahwa waktu yang terbaik minum kopi bagi setiap orang juga bisa berbeda. Sebagai contoh, orang yang bangun lebih awal kadar kortisolnya bisa turun lebih awal dibanding orang yang bangun kesiangan.
[Baca Selengkapnya...]
 
Copyright © 2009. Berita Joss